Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2011

dunia dalam 140 karakter

saya bukan pengguna aktif twitter. dulu sempet punya dan aktif di sana, tapi jenuh, lalu deactivate akun. berbulan-bulan kemudian, saya bikin lagi untuk memenuhi kebutuhan informasi seperti kompas.com dan lain-lain. tidak ada tendensi untuk berteman ataupun ngetwit katarsisan. tapi sudah berbulan-bulan juga dari sekarang, saya tidak pernah membuka akun twitter. saya bersyukur tidak lagi menjadi pengguna aktif twitter. walau masih suka buka twitter tanpa sign in buat sekedar stalking kepo-kepo an *pengakuan dosa* :D twitter, ia menyederhanakan segala hal dalam 140 huruf. begitu cepat, singkat, dan sangat sederhana. iaseperti melegalkanmu untuk menuliskan apapun dalam 140 huruf, hmm 2-3 kalimat saja mungkin? memperbolehkanmu untuk menuliskan perasaanmu yang paling absurd, kegiatanmu yang sangat tidak penting untuk diketahui orang lain, hingga pemikiran geniusmu yang sayang sekali berpotensi tereduksi maknanya dalam 140 huruf. itulah wajah twitter yang justru mempesonai para pengg...

dipesonai tanpa akses

judul e ra mbois banget, eniwei. maklum pencetus awalnya adalah hana kurnia dewi, wong ra mutu sedonya wes, dan salah satu stalkerku koyone *bwahahaha intinya adalah ketika kamu berada di posisi objek yang terkena pesona seseorang, ini penjelasan untuk dipesonai. tanpa akses, yah sudah jelaslah artinya apa, you don't have anything to make you closer. cukup bikin frustasi nih yang tanpa akses *menghela nafas. semoga interpretasiku bener deh ya. kemarin malam di kos an busuk tanpa adep dan luci, tinggalah kami bertiga saya, hana, lerri sedang kepo-kepoan. sebenarnya waktu itu yg lagi korban kekepoan adalah lerri, lalu ceritanya lumayan pendek tapi males nulisnya *krn traumatis, haha* kekepoan itu malah berbelok ke saya. oh god. topik kekepoannya adalah dipesonai tanpa akses. sebabnya adalah freudian slip dan proyeksi yang saya lakukan tanpa sadar, kesalahan yang sangat fatal. dua cecunguk ini penasaran siapa kah itu yang membuat saya jadi seseorang yang dipesonai tanpa akses...

i'm weird ooh

hari ini matkul modifikasi perilaku kosong lagi. hell yeah! bingung mau seneng apa sedih. seneng karena saya jadi punya waktu istirahat lebih, sedih karena memporak-porandakan jadwal hari ini. walhasil, saya memutuskan untuk pulang kos. saya lupaaa kalo ini ada pemutaran film di jaff :( dan waktu 3 jam ini diisi dengan sangat tidak produktif, yaitu tidur. sudah lama tidak tidur siang. saya mimpi aneeeeh banget siang ini. mimpi yang sangat suram rasanya. yang pertama adalah adegan pembunuhan. mimpi ini dimulai dengan hujan deras yag baru saja reda. lalu saya berjalan dengan santainya melintasi sebuah taman, sampai mata saya menangkap sesosok bapak sedang menyirami tanaman dengan selang air. tak disangka-sangka selang air itu mengarah pada saya dan membuat basah kuyup. ah, kaget benar. lalu saya tersadar bahwa di dalam tas saya ada laptop yang pasti kebasahan gara-gara kelakuan bapak tadi. saya menghampiri si bapak dengan sangat marah dan memaki-maki si bapak yang kurang ajar bang...

dari sanggar cermin, jalanan jogja, sampai rektorat.

hari terus bergulir dari senin ke selasa ke rabu dan terus seperti itu. selama bumi masih mengelilingi matahari, waktu akan terus bergerak maju. dan berbagai peristiwa akan setia menemani waktu melangkah. terkadang, mereka menjadi sangat spesial dengan caranya yang sangat sederhana. seperti hari ini, one of my best day ever. sore tadi saya melewatkan waktu yang sangat menyenangkan dengan sekumpulan anak di sebuah sanggar. sebenarnya kami hanya bermain-main sederhana saja. bermain cublak-cublak suweng, sebuah permainan yang kadang dimainkan semasa kecil. lalu petak umpet. lagi-lagi ini adalah permainan yang saya mainkan dulu, sering banget malah. setelah itu kasti, meskipun saya gak ikut main cuma jadi pelempar bola doang. but, it's totally fun! ada dua alasan besar mengapa momen ini menjadi sangat menyenangkan. pertama, bermain permainan tradisional seperti ini adalah cara mengenang romatisme masa kecil yang bergembira ria. kedua, berinteraksi dengan anak-anak setelah sek...

menghidupkan hidup

tak bisa dipungkiri, akhir-akhir ini saya benar-benar sedang mencintai dan menikmati kehidupan yang tengah berjalan. walaupun mungkin memang, saya semakin kehilangan waktu luang untuk sekedar bermain dan berkeliling. yah, seperti kehidupan saya di semester 3 kemarin sebenarnya. namun, ada yang berbeda di sini. di semester 3 saya tidak bisa menikmati semua kegiatan yang mayoritas dipenuhi dengan mengerjakan praktikum. and truly, that's suck. saya nggak rela kehilangan waktu bermain dan berkeliling yang saya gemari karena praktikum. tapi, lain dengan sekarang, karena apa yang saya jalani saat ini adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. saya semakin enjoy dengan proses kuliah di psikologi. semakin banyak hal menarik yang didapat di perkuliahan ini. rasa tertarik yang kemudian menumbuhkan motivasi intrinsik untuk belajar secara mandiri. sungguh, ini adalah sebuah pencapaian bagi saya. ketika saya menikmati proses pembelajaran, ketika saya didorong oleh keingintahuan, ketika ...

kepada kamu (lagi)

melihat kamu dengan toga tersemat di atas rambutmu yang tetap acak-acakan melihat kamu dengan berbagai pose tak aturan di foto selebrasimu melihat kamu dengan kebahagiaanmu melihat kamu dari jauh yang telah mereguk satu lagi air penghidupanmu melihat kamu lagi dan kembali menghayati pribadimu lagi-lagi terlalu sulit untuk dibahasakan dalam kata yang terbatas bukankah selalu begitu aku pada kamu? ah, kamu, selamat atas wisudamu selamat menempuh jalan yang lebih berliku selamat semangat! :)

suram

kegalauan melanda ketika apa yang sepertinya terlihat di depan adalah masa depan suram. tidak suram bagaimana, saya adalah tipe yang susah terpesona, apalagi jatuh cinta. lalu setiap saya suka sama orang dia bukanlah orang yang taat beragama, atau dia bukanlah orang yang seagama. walau bagi saya itu nggak masalah, keluarga saya pasti menentang keras. kapan nikahnya kalo begini? saya sudah mau 20 tahun ini.

tentang (pen)-cipta-(an)

dulu saya sempet stalking orang, terus vakum karena orang ini gak pernah update dan males ublek-ublek gak jelas nyari jejak. tapi kemarin saya kebetulan aja ketemu orang ini, dan jadinya sekarang saya malah stalking lagi, ngubek-ngubek lagi. seperti dulu-dulu, kalo ngublek-ngublek orang ini, jatohnya bakal ngublek-ngublek ttg agama dan tuhan. ah omongan yang gak pernah bakal abis, gak pernah bakal mencapai titik pertemuan dan persetujuan. tapi seperti yang orang ini bilang, omongan seperti ini memang gak bakal selesai, tapi lebih baik ini tetap diomongin daripada stuck di satu titik dan gak pernah kemana-mana. yah, pada banyak topik, omongan tentang topik-topik ini memang (hanya) akan selalu menjadi omong kosong bersambung, tapi bukan berarti ngomongin topik ini adalah salah atau membuang waktu. bukan, ini tetap penting untuk diomongin, didiskusiin, buat memperlebar pemahaman kita. dan salah satu topik ini adalah tentang agama dan tuhan tentu saja. never ending topic to be discu...

optimisme

biarkan waktu berjalan, kejadian bergulir, pikiran mengalir. yang perlu dilakukan adalah percaya akan selalu ada kehidupan yang layak untuk dijalani di pagi hari. sungguh, semua kecemasan akan masa depan itu membuang waktu dan tak bermakna. karena pada saatnya nanti, saat kita menengok jalan yang telah kita lalui, semuanya baik-baik saja dan akan selalu seperti itu.

generasi impoten

orang-orang duduk berhadapan, di depannya ada semangkuk bakso untuk disantap. orang-orang dapat saja bercakap-cakap sembari makan, sebelumnya atau sesudahnya. tapi mereka hanya diam, matanya mengawang. aku tak mengerti apa sebabnya mereka enggan berkata-kata. ah dan sesekali bahkan sering kali, orang-orang menggenggam hapenya dan terpaku saja di hadapannya, seakan dirinya tersorot masuk dalam dunia antah berantah di dalamnya. tapi orang-orang ini tetap saja bisu. lalu aku mulai menduga-duga, mungkinkah orang-orang ini impoten untuk sekedar bercakap-cakap?

sementara

kesementaraan adalah wajah waktu dan momen yang hakiki. hal bahagia, menyedihkan, menegangkan, ataupun melgekan yang kita rasakan waktu ini, jam ini, detik ini hanyalah selintas dalam rel waktu kehidupan. sekali itu terlewati, ia adalah bagian dari masa lalu yang tidak bisa dilewati kembali. bahkan untuk mengalami lagi apa yang kita rasakan di yang telah terlewati ini tetaplah tidak akan pernah sama seperti saat kita melewatinya. dan sebenarnya kita adalah orang yang suka berlari dari satu waktu ke waktu lain, dari momen satu ke momen lain. melintasi banyak pemberhentian lalu bergumul dalam kesementaraan. sebenarnya kita adalah seorang traveller waktu dalam sebuah rentang kehidupan.

kontradiksimu

aneh, kenapa kontradiksi itu justru dengan entengnya kau gaungkan sekarang. apa maksudmu sebenarnya? kepura-puraankah yang sedang kau bentangkan, lalu kau kuliti perlahan-lahan agar kami bisa melihat apa makna sebenarnya? ah sudahlah, tidak baik bicara terlalu banyak di sini.

sejuta cinta buat SO7, dan om duta :*

hari ini adalah hari penuh impulsivitas, dan menjadi seseorang yang impulsif tiba-tiba di hari yang telah menjadi rutin, adalah hal yang menyenangkan dan menyegarkan. bahkan, untuk impulsivitas kecil dan sepele seperti, cabut nonton sheila on 7 di mandala krida. hahaha, yup itu yang saya lakukan hari ini. di tengah bad mood yang melanda gara-gara menstruasi, berita di gerenimo kalo ini kampanye putaran terakhir salah satu kandidat walikota jogja di mandala krida, dan ada sheila on7! ya tuhan, rasanya seperti berjodoh sama so7, soalnya biasanya gak pernah nyetel geronimo, tapi swaragama. eh taunya tu berita nongol aja. sesuatu banget deh *ngakak bener-bener, rasanya tuhan memang menjodohkanku dengan om duta *najis. haha tapi ini mungkin juga karena pemaknaan yang berlebihan. bermula dari berita di gerenimo, lalu dengan impulsif cap cus berangkat padahal udah jam setengah 3 (acara mulai jam 1),harap-harap cemas semoga masih kebagian pesonanya om duta *najiskuadrat, dan yang terj...

komunikasi

constantly talking isn't necessary communicating (joel barish) lagi-lagi saya mengutip quote dari eternal sunshine of the spotless mind. ini adalah quote yang dari pertama kali dengar langsung saya iyakan begitu saja. semacam sesuatu yang taken for granted bagi saya. sesuatu yang tanpa perlu mengalaminya pun, sudah saya pastikan kebenarannya. well, sebenarnya kondisi semacam ini seringkali saya alami. situasi dimana saya selalu bertemu dengan orang ini, berbicara sepanjang waktu, tapi sebenarnya tidak ada komunikasi di dalamnya. karena pada akhirnya pembicaraan itu hanyalah sebatas aktivitas pengisi kekosongan ketika kami bersama. keadaan yang terlihat baik-baik saja dari luar, tapi kosong melompong di dalam, bahkan tidak pernah baik-baik saja. ini adalah keadaan yang benar-benar menyakitkan, sebuah hubungan yang tidak sehat. lebih menyakitkan lagi, ketika saya menyadari itulah keadaan yang selama ini saya jalani dengan mami. bagi orang lain, mungkin melihat saya adalah o...

machoism (?)

laki-laki bertubuh kekar dan perut six pack adalah hal yang menggelikan buatku. mereka yang rajin ke gym untuk membentuk tubuh dan menyembulkan otot agar terlihat macho seperti seorang perempuan berdiet ekstra keras agar terlihat langsing. mereka yang minum susu L-men seperti perempuan dengan WRP-nya. mereka seperti perempuan-perempuan yang terlalu memperhatikan penampilan, namun dalam bentuk yang lain. *tulisan ini mengada gara-gara bilangan fu

Penyadap Mimpi

mimpi bagiku adalah sama krusialnya dengan oksigen yang dibutuhkan kehidupan agar tetap ada dan mengada. hari ini aku menyadari, seseorang, yaitu kamu, telah menyadapnya diam-diam dari benakku berhari-hari yang lalu. adakah aku merasa terharu? tidak, aku justru tersinggung dan benar-benar marah padamu. tak bisakah kau membentuk likumu tanpa meniru?

Moody

betapa hati menyuarakan perasaan yang sangat plin-plan. ia dengan mudahnya berbolak-balik seperti permainan halilintar yang mencekam. cepatnya ia berganti rupa melebihi bergulirnya siang ke malam. seperti pagi tadi, rasa ikhlas, pasrah, dan menerima yang membahagiakan. membuatku ingin mengutip apa yang dikatakan joel pada clementine di eternal sunshine of the spotless mind : "i'm just happy. i've never felt that before. i'm just exactly where i want to be" . hingga sore tadi semuanya berubah terlalu penat dan mendesak, kemarahan dengan cepatnya memuncak. lalu malam, hanya hening yang dihayati, bersama nafas yang sengaja dihembuskan panjang.

get over it (?)

jujur, saya lagi kesengsem berat sama puisinya agus noor yang sajak-sajak kecil kepada m. buat yang penasaran, ini linknya: http://agusnoorfiles.wordpress.com/2011/08/19/sajak-sajak-kecil-kepada-m/ nah, di sini ada satu bait yang euhh nonjok banget! Ada banyak cara berbahagia; satu-satunya cara yang tak pernah kubisa ialah melupakanmu . sebenarnya, bait ini nonjok bukan karena sesuai dengan apa yang saya rasakan saat ini, tapi karena sebenarnya ada konsep yang sama tentang berbahagia. saya selalu menggugat keadaan yang begitu miris bahwa melupakan adalah cara ampuh untuk membuat orang berbahagia setelah menempuh masa yang sulit. ketika kamu menjalani hubungan yang terlampau rumit dengan seseorang yang kamu sayangi, banyak orang berpikir semua harus segera diakhiri dengan melupakan. tidak hanya melupakan kepedihannya, tapi juga orang itu. lalu ketika kalian bertemu lagi suatu hari, canggung, sok nggak kenal. ironis bukan, seseorang yang pernah bersama kamu nyaris setiap hari, sese...

birthday

sekarang sudah tanggal 8 agustus. 2 hari lalu adalah 6 agustus. hari yang biasanya saya nanti sejak satu minggu sebelumnya. lalu anehnya, saya melupakannya begitu saja. lupa selupa lupanya. bahkan kalau saya nggak buka fb hari ini pun, saya yakin saya gak inget inget juga. kalo 6 agustus kamu ulang tahun. ritual tahunanku dengan mendoakanmu dalam hening tanpa kebingaran, luput juga tahun ini. semuanya terasa aneh. saya bingung. saya senang karena sepertinya saya sudah benar-benar terbebas. sekaligus sedih, kenapa terbebas itu sepertinya identik dengan melupakan. tak bisakah saya terbebas dengan tetap mengingatmu. menunjukkan betapa ikhlas saya tentang kamu, apapun itu. ah ikhlas, bukankah itu adalah tahap yang sangat sulit untuk dicengkeram, bahkan sekedar digenggam ataupun diletakkan di atas telapak tangan?

ketakutan irasional

pernahkah merasakan rasa takut sebelum mencoba sesuatu? pesimisme yang membuncah, kegamangan untuk melangkah, ketidakyakinan pada kekuatan sendiri, serasa ingin mati saja daripada menjalani sesuatu itu? orang bilang, menyerah sebelum berperang. padahal itu semua hanya karena omongan orang betapa mengerikannya medan laga yang harus dihadapi. omongan orang yang menghambatmu untuk optimis dan berbahagia dengan jalan yang akan ditempuh. begitu juga untuk urusan akademis. saya pernah mengalaminya berkali-kali, tapi yang teringat jelas dan sangat berkesan hanya ada dua. pertama, saat semester 3 di depan mata. semester paling hectic dan paling capek sepanjang perkuliahan. dua mata kuliah praktikum, dan itu errr menghabiskan waktu mainmu. saya ketakutan sekali, merasa tidak akan mampu melewatinya dengan selamat. ketakutan irasional yang membayang tak terelakkan. lalu hasilnya? saya masih hidup, selamat sampai tujuan dengan hasil memuaskan. ip melonjak cukup tinggi dibanding sem...

Rama Wirawan - Perang

Aku adalah orang aneh di tengah dunia yang penuh anomali. untuk tidak terhegemoni, aku rela bertahan dengan pikiran absurd sendiri. Aku adalah baju kusut di antara yang rapi . tak melambai bersama lainnya,karna debu dan kotoran melekat padaku terlalu tebal untuk dicuci. Ak adalah sebutir debu. terlalul kecil menjadi pengganggu. terlalu tak berarti di bawah kaki-kaki yang sedang berdansa itu. Aku adalah penyakit menular. terlalu berbahaya bagi dunia mapan untuk didengar. bahkan sekalipun diri ini kubakar, ini tak akan pernah membuat mereka sadar. Dunia ini adalah sekumpulan orang tuli, tak pernah tahu mereka tlah kehilangan kicau burung bernyanyi. tak mampu mendengar jeritan saudara-saudaranya yg menderita terinjak mereka punya kaki. Dunia ini adalah sekumpulan orang buta, tak bisa melihat ketidakadilan terjadi di hadapannya. tak pernah sadar bahwa mereka sedang berputar-putar pada tempat yg sama. Dunia ini sedang berpesta. dan aku adalah seorang tamu yg sengaja alpa ...

kepada tuhan yang esa

untuk mencintaimu sungguh-sungguh aku tak perlu lantang mengelukanmu aku tak perlu menjadi ksatria lalu membelamu untuk mencintaimu sungguh-sungguh aku hanya ingin selalu bisa mengingatmu menghirupmu merasakanmu mencecapmu aku hanya ingin selalu seperti itu pada setiap partikel hidupku untuk mencintaimu sungguh-sungguh aku akan menghidupi hidupku menghidupkanmu dalam hidupku untuk mencintaimu sungguh-sungguh aku hanya ingin luruh dalam kebesaranmu menerima keterbatasanku *nikmatnya yang manakah yang kan kau dustakan bila engkau hidup dengan udaranya

Fiksi

Fiksi. Sebuah tulisan yang menceritakan sesuatu, sesuatu yang beralur, berirama, bertokoh. Ia tidak gamblang dalam menyampaikan ide. Ia menggunakan simbol-simbol dalam pralambang karakter, maupun kejadian. Fiksi, tataran menulis yang tinggi, susah, tapi indah. Ketidakgamblangannya inilah yang memukau, memungkinkan multi tafsir pembacanya; membebaskan pembacanya untuk mengembara dalam lautan persepsinya, dalam kerangka pikirnya sendiri-sendiri. Fiksi, yah fiksi, jenis bacaan yang paling saya sukai. Fiksi itu bentuk seni sebuah tulisan. Seperti seni pula, ia sangat subjektif. Subjektifnya ide dan gagasan pembuatnya, subjektifnya para penikmat dan penghayatnya dalam memberi makna. Fiksi yang ditulis dengan berbagai simbol atas ide sang pembuat, dengan kedalaman makna atas simbol dan metafornya, kadang hanya dibaca permukaan, kadang dimaknai sedalam yang ditorehkan pembuat, kadang pulai dimaknai lebih mendalam dari yang ingin disampaikan pembuatnya. Hmm, saya jadi berandai-andai, ja...

waktu terbelah

periode begitu kah labelnya untuk sang waktu yang diberi batas yang kemudian masih harus dibelah semu ganjil genap begitu ku sebut dua periode dua nasib yang berbeda merentang jauh melebihi rentangan tanganku yang mencoba merengkuh ganjil periode ganjil membuatku ganjil jengah mencaci makinya merutukinya meyerapahinya berpeluh darah ganjil pun berakhir ganjil ganjil mengulas senyum genap optimisme menjalar di awal senang rileks gembira sepanjang hari genap ah genap tak menggenapkan menoreh miris di akhir perjalanan ganjil genap berbeda benarkah? ah aku saja yang memaknainya berbeda ganjil genap berlalulah sebentar sekarang adalah waktu antara biarkan aku melega tanpa cemas akan akhir antara untuk menjemput salah satu dari kalian ganjil genap

tanpa kalian

pohon rimbun telah menahun dedaunnya menjatuhkan diri atau dibawa angin mengembara jauh

kepada kamu

kepada kamu yang pernah dan masih mereguk cinta dariku bolehkah kutanyakan sesuatu yang masih dan semakin menggangguku? apakah benar kita mencintai tuhan yang berbeda? ataukah kita mencintai tuhan yang sama, namun kamu dan aku tak pernah menyebutnya sama?

#1

kemarin nyaris seharian saya onlineee mlulu, saya berwisata blog, tapi hanya satu blog. blog punya seorang agnostik yang tau banyak tentang ajaran agama-agama, yang postingannya bikin saya berpikir ulang tentang pandangan saya pada agama dan tuhan. saya adalah pemeluk salah satu agama, tapi tidak taat. saya masih berat menjalankan semua ritual-ritualnya. menjalankan ajaran-ajaran di dalamnya. bahkan saya masih mengecap ragu dalam beragama. saya belum yakin, tapi saya masih berusaha menjalankannya. walau kadang itu semua hanya terasa seperti ritual yang kosong dan kering. saya belum menikmatinya, belum mendapatkan kepuasan di sana. entahlah saya tidak bisa meninggalkannya begitu saja, untuk seterusnya. kalau dalam hitungan hari tidak beribadah, saya pernah. tapi berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun tidak beribadah? ah membayangkan saja tak sanggup. sebenarnya tidak ada yang salah dengan agama. tidak perlu ragu dengan agama. agama itu pedoman hidup, termak...

PiknikHore!

kamis, 23 juni 2011 06.00-11.00 parangtritis 07.00 : sarapan bareng di parangtritis poto-poto dulu mumpung masih ayu basah-basahan seru ciee fotonya kembar bo! *ngakak PiknikHore bersama keluarga yang menyenangkaaaan :)

then what is it for? consumerism?

err, saya lagi over produktif skrg, bawaannya pengen nulis mlulu. maaf ya blog jadi sering dijamah, hmm biar kamu gak jablay juga sih *apa sih nop* kali ini saya ingin membahas tentang hidup, jalan kehidupan, tepatnya pilihan hidup. eh, tapi saya ngelantur dulu ya, hehe.. hmm, hidup itu katanya sudah ada yang menggariskan, membuatkan skenario dengan apik ciamik yang terbaik. tuhanlah sutradara kehidupan itu. mungkin tuhan adalah sutradara paling produktif karena dalam satu waktu mampu menyutradarai beribu juta skenario manusia. akan tetapi di luar itu semua, benarkah tuhan telah menggariskan semuanya? atau seberapa detail ia membuatkan jalan cerita untuk manusia? di luar benar tidaknya anggapan itu, saya berpikir bahwa manusia dengan cipta, rasa, karsa nya adalah makhluk hidup yang didesain untuk aktif menentukan pilihan, termasuk jalan hidupnya. jalan hidup, rasanya sangat panjang dan sangat luas. tapi di jaman modern seperti ini, sepertinya jalan hidup akan dititikberatkan pa...

Tepuklah Memori

tepuk tanganmu yang membahana di ruang itu menggema di tabung memoriku masih dan masih menggema membahanakan replikanya terus menyeretku pada ingatan di masa dulu pertama, pun terakhir kali aku melihatmu

is it real?

pernahkan merasa hampa tanpa alasan yang pasti? perasaan hampa yang membuatmu berjalan tanpa tujuan. membuatmu memilih untuk keluar dari kamar 3x3, menuntaskan rindu pada belaian angin, berkelana menuju kota tanpa batas, berdua sekaligus seorang diri. bersama motor hitam yang setia dan tak banyak kata. berdua dengannya sekaligus seorang diri. mengenyam kata dalam ruang terbuka nan semu di dalam kepala. berkendara tanpa tujuan, tanpa konsentrasi penuh. dikendalikan oleh impulsivitas, dorongan ingin yang lagi-lagi tak pernah beralasan. mengurai benak, menikmati rasa, memutar kembali memori. ada kala mata lalu berkaca-kaca, merasa papa sendiri, merasa sendiri, merasa tak berarti. hampa. betapa absurd perasaan itu, n pun betapa nyata menyapa. pernahkan merasa ada luka menganga jauh di dalam sini? ya di sini, ada luka yang membuatmu perih, membuatmu meringis, membuatmu menangis. luka yang tak bisa dibetadin, luka yang tak bisa diperban, luka yang tidak bisa disentuh lalu dielus-elu...

Haruki Murakami

"Memories are what warm you up from the inside. But they're also what tear you apart." "Why do people have to be this lonely? What's the point of it all? Millions of people in this world, all of them yearning, looking to others to satisfy them, yet isolating themselves. Why? Was the earth put here just to nourish human loneliness?"

(Bukan) Teori Menulis

saya teringat obrolan dengan salah seorang teman beberapa minggu yang lalu. obrolan ini dipicu oleh sebuah poster seminar ttg menulis artikel yang tertempel di papan pengumuman di fisipol. teman : itu lho nov, seminar menulis. ikutan yuk. saya : *membaca poster* err, enggak ah. aku males ikutan acara begituan. mengapa saya males? karena saya gak mau tau dengan pakem-pakem menulis. saya takut dengan mengetahui pakem-pakem seperti ini saya jadi tidak menikmati proses menulis itu sendiri. saya takut menjadi terlalu terikat dengan aturan, munculnya pikiran-pikiran, pertanyaan-pertanyaan dalam proses pembuatan tulisan yang justru menghambat saya untuk merampungkan tulisan. pertanyan-pertanyaan seperti: apa tulisanku udah bener ya? apa tulisanku membosankan ya? apa tulisanku bermutu? pertanyaan yang mematikan dan menjatuhkan kepercayaan diri, yang membuat saya tidak pernah bisa merampungkan sebuah tulisan. bahkan sebuah paragraf pun mungkin tidak mampu. lagipula saya berpan...