kemarin nyaris seharian saya onlineee mlulu, saya berwisata blog, tapi hanya satu blog. blog punya seorang agnostik yang tau banyak tentang ajaran agama-agama, yang postingannya bikin saya berpikir ulang tentang pandangan saya pada agama dan tuhan.
saya adalah pemeluk salah satu agama, tapi tidak taat. saya masih berat menjalankan semua ritual-ritualnya. menjalankan ajaran-ajaran di dalamnya. bahkan saya masih mengecap ragu dalam beragama. saya belum yakin, tapi saya masih berusaha menjalankannya. walau kadang itu semua hanya terasa seperti ritual yang kosong dan kering. saya belum menikmatinya, belum mendapatkan kepuasan di sana. entahlah saya tidak bisa meninggalkannya begitu saja, untuk seterusnya. kalau dalam hitungan hari tidak beribadah, saya pernah. tapi berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun tidak beribadah? ah membayangkan saja tak sanggup.
sebenarnya tidak ada yang salah dengan agama. tidak perlu ragu dengan agama. agama itu pedoman hidup, termaktub banyak aturan hidup, konsep-konsep kehidupan yang hebat. agama memudahkan kita membuat keteraturan. coba bayangkan kalau tidak pernah ada agama di dunia. satupun. kita harus mengkonsep segalanya sendiri. mengkonsep tentang kebaikan, kejahatan, kesabaran, kepasrahan, kedengkian, dll. padahal untuk menemukan satu konsep saja, akan butuh banyak waktu untuk mencapainya. tapi agama memudahkan, tuhan melalui agamanya, firmannya menuntun manusia untuk hidup lebih baik.
yang masih menyisakan keraguan itu, saya yakin bukan pada agama dan ajaran-ajarannya karena semua agama itu menuju kebaikan. tapi pada keterbatasan saya untuk memahaminya secara menyeluruh. yang masih menyisakan keraguan itu, justru ulah manusia lain yang menafsirkan agama dengan pede dan menganggap tafsirannya adalah yang benar. padahal itu cuma tafsiran, cuma hasil olahan persepsinya. justru ulah manusia lain yang terlalu mencintai agamanya, yang membenci agama lain, yang menganiaya sesamanya atas nama agama dan tuhan. yang menuhankan agamanya, yang menganggap dirinya tuhan dengan memutuskan mana yang dosa dan akan masuk neraka, mana yang berpahala dan dijamin masuk surga. semua ini membuat saya gamang untuk mengetahui lebih banyak tentang agama, karena saya takut akan menjadi salah seorang di antara manusia lain ini, menjadi bagian mereka.
hmm, mungkin lebih tepatnya saya bukan ragu pada agama, tapi ragu untuk beragama.
tapi di luar keraguan itu, saya sepenuhnya mantap untuk bertuhan. saya mempercayai keberadaan tuhan. tuhan yang esa, yang hanya ada satu di dunia. yang menciptakan segala hal hebat. yang mengatur semuanya agar tetap berjalan sesuai hukumnya. saya juga mantep untuk mencintainya, hmm terus belajar mencintainya lebih tepatnya.
saya percaya pada tuhan, karena saya melihat refleksinya dimana-mana. di setiap ciptaannya. di pagi hari yang dingin, di siang hari yang terik, di tengah hujan yang lebat, ataupun gerimis, di setiap situasi. di setiap manusia yang saya temui, yang menyimpan banyak cerita tentang kehidupannya. saya mencintai tuhan, tapi saya tak bisa menunjukkannya secara gamblang. saya susah untuk menunjukkan cinta melalui ritual ibadah, saya mencintainya dengan perasaan, dengan rasa syukur pada kehidupan, dengan merasa penasaran padanya, dengan selalu bertanya-tanya tentangnya, dengan memikirkannya.
memang begitulah cinta yang saya miliki. susah mendemonstrasikannya. kepada siapapun cinta itu saya tujukan. hanya tentang merasakan, memikirkan, dan penasaran. ah sudahlah, saya mencintaimu tuhan, tanpa aku bilang pun tuhan akan tahu. tak hanya tahu bahwa aku mencintainya, tapi juga tahu seberapa besar cinta itu. tuhan kan maha tahu.
*tulisan yang dibikin susah payah, dan hasilnya tidak cemerlang, tidak begitu tepat dengan apa yang terlintas*
saya adalah pemeluk salah satu agama, tapi tidak taat. saya masih berat menjalankan semua ritual-ritualnya. menjalankan ajaran-ajaran di dalamnya. bahkan saya masih mengecap ragu dalam beragama. saya belum yakin, tapi saya masih berusaha menjalankannya. walau kadang itu semua hanya terasa seperti ritual yang kosong dan kering. saya belum menikmatinya, belum mendapatkan kepuasan di sana. entahlah saya tidak bisa meninggalkannya begitu saja, untuk seterusnya. kalau dalam hitungan hari tidak beribadah, saya pernah. tapi berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun tidak beribadah? ah membayangkan saja tak sanggup.
sebenarnya tidak ada yang salah dengan agama. tidak perlu ragu dengan agama. agama itu pedoman hidup, termaktub banyak aturan hidup, konsep-konsep kehidupan yang hebat. agama memudahkan kita membuat keteraturan. coba bayangkan kalau tidak pernah ada agama di dunia. satupun. kita harus mengkonsep segalanya sendiri. mengkonsep tentang kebaikan, kejahatan, kesabaran, kepasrahan, kedengkian, dll. padahal untuk menemukan satu konsep saja, akan butuh banyak waktu untuk mencapainya. tapi agama memudahkan, tuhan melalui agamanya, firmannya menuntun manusia untuk hidup lebih baik.
yang masih menyisakan keraguan itu, saya yakin bukan pada agama dan ajaran-ajarannya karena semua agama itu menuju kebaikan. tapi pada keterbatasan saya untuk memahaminya secara menyeluruh. yang masih menyisakan keraguan itu, justru ulah manusia lain yang menafsirkan agama dengan pede dan menganggap tafsirannya adalah yang benar. padahal itu cuma tafsiran, cuma hasil olahan persepsinya. justru ulah manusia lain yang terlalu mencintai agamanya, yang membenci agama lain, yang menganiaya sesamanya atas nama agama dan tuhan. yang menuhankan agamanya, yang menganggap dirinya tuhan dengan memutuskan mana yang dosa dan akan masuk neraka, mana yang berpahala dan dijamin masuk surga. semua ini membuat saya gamang untuk mengetahui lebih banyak tentang agama, karena saya takut akan menjadi salah seorang di antara manusia lain ini, menjadi bagian mereka.
hmm, mungkin lebih tepatnya saya bukan ragu pada agama, tapi ragu untuk beragama.
tapi di luar keraguan itu, saya sepenuhnya mantap untuk bertuhan. saya mempercayai keberadaan tuhan. tuhan yang esa, yang hanya ada satu di dunia. yang menciptakan segala hal hebat. yang mengatur semuanya agar tetap berjalan sesuai hukumnya. saya juga mantep untuk mencintainya, hmm terus belajar mencintainya lebih tepatnya.
saya percaya pada tuhan, karena saya melihat refleksinya dimana-mana. di setiap ciptaannya. di pagi hari yang dingin, di siang hari yang terik, di tengah hujan yang lebat, ataupun gerimis, di setiap situasi. di setiap manusia yang saya temui, yang menyimpan banyak cerita tentang kehidupannya. saya mencintai tuhan, tapi saya tak bisa menunjukkannya secara gamblang. saya susah untuk menunjukkan cinta melalui ritual ibadah, saya mencintainya dengan perasaan, dengan rasa syukur pada kehidupan, dengan merasa penasaran padanya, dengan selalu bertanya-tanya tentangnya, dengan memikirkannya.
memang begitulah cinta yang saya miliki. susah mendemonstrasikannya. kepada siapapun cinta itu saya tujukan. hanya tentang merasakan, memikirkan, dan penasaran. ah sudahlah, saya mencintaimu tuhan, tanpa aku bilang pun tuhan akan tahu. tak hanya tahu bahwa aku mencintainya, tapi juga tahu seberapa besar cinta itu. tuhan kan maha tahu.
*tulisan yang dibikin susah payah, dan hasilnya tidak cemerlang, tidak begitu tepat dengan apa yang terlintas*
hwe e e "keras" mbak :D
BalasHapus