orang-orang duduk berhadapan, di depannya ada semangkuk bakso untuk disantap. orang-orang dapat saja bercakap-cakap sembari makan, sebelumnya atau sesudahnya. tapi mereka hanya diam, matanya mengawang. aku tak mengerti apa sebabnya mereka enggan berkata-kata. ah dan sesekali bahkan sering kali, orang-orang menggenggam hapenya dan terpaku saja di hadapannya, seakan dirinya tersorot masuk dalam dunia antah berantah di dalamnya. tapi orang-orang ini tetap saja bisu. lalu aku mulai menduga-duga, mungkinkah orang-orang ini impoten untuk sekedar bercakap-cakap?
sekarang sudah tanggal 8 agustus. 2 hari lalu adalah 6 agustus. hari yang biasanya saya nanti sejak satu minggu sebelumnya. lalu anehnya, saya melupakannya begitu saja. lupa selupa lupanya. bahkan kalau saya nggak buka fb hari ini pun, saya yakin saya gak inget inget juga. kalo 6 agustus kamu ulang tahun. ritual tahunanku dengan mendoakanmu dalam hening tanpa kebingaran, luput juga tahun ini. semuanya terasa aneh. saya bingung. saya senang karena sepertinya saya sudah benar-benar terbebas. sekaligus sedih, kenapa terbebas itu sepertinya identik dengan melupakan. tak bisakah saya terbebas dengan tetap mengingatmu. menunjukkan betapa ikhlas saya tentang kamu, apapun itu. ah ikhlas, bukankah itu adalah tahap yang sangat sulit untuk dicengkeram, bahkan sekedar digenggam ataupun diletakkan di atas telapak tangan?
Komentar
Posting Komentar