Langsung ke konten utama

is it real?

pernahkan merasa hampa tanpa alasan yang pasti? perasaan hampa yang membuatmu berjalan tanpa tujuan. membuatmu memilih untuk keluar dari kamar 3x3, menuntaskan rindu pada belaian angin, berkelana menuju kota tanpa batas, berdua sekaligus seorang diri. bersama motor hitam yang setia dan tak banyak kata. berdua dengannya sekaligus seorang diri. mengenyam kata dalam ruang terbuka nan semu di dalam kepala. berkendara tanpa tujuan, tanpa konsentrasi penuh. dikendalikan oleh impulsivitas, dorongan ingin yang lagi-lagi tak pernah beralasan. mengurai benak, menikmati rasa, memutar kembali memori. ada kala mata lalu berkaca-kaca, merasa papa sendiri, merasa sendiri, merasa tak berarti. hampa. betapa absurd perasaan itu,n pun betapa nyata menyapa.

pernahkan merasa ada luka menganga jauh di dalam sini? ya di sini, ada luka yang membuatmu perih, membuatmu meringis, membuatmu menangis. luka yang tak bisa dibetadin, luka yang tak bisa diperban, luka yang tidak bisa disentuh lalu dielus-elus, atau dijilati agar lekas sembuh. luka yang hanya bisa diresapi, dihayati, dan ditangisi. luka yang lama kelamaan membuatku sangsi. benarkah luka itu ada di dalam sini? atau pantaskah luka ini ada di sini? ah luka ini, sepertinya hanyalah masalah persepsi. luka ini adalah imajinasi, ia tak sepantasnya ada di sini, ia tak seharusnya membuatku begini. oh my imaginary scar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

menghidupkan hidup

tak bisa dipungkiri, akhir-akhir ini saya benar-benar sedang mencintai dan menikmati kehidupan yang tengah berjalan. walaupun mungkin memang, saya semakin kehilangan waktu luang untuk sekedar bermain dan berkeliling. yah, seperti kehidupan saya di semester 3 kemarin sebenarnya. namun, ada yang berbeda di sini. di semester 3 saya tidak bisa menikmati semua kegiatan yang mayoritas dipenuhi dengan mengerjakan praktikum. and truly, that's suck. saya nggak rela kehilangan waktu bermain dan berkeliling yang saya gemari karena praktikum. tapi, lain dengan sekarang, karena apa yang saya jalani saat ini adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. saya semakin enjoy dengan proses kuliah di psikologi. semakin banyak hal menarik yang didapat di perkuliahan ini. rasa tertarik yang kemudian menumbuhkan motivasi intrinsik untuk belajar secara mandiri. sungguh, ini adalah sebuah pencapaian bagi saya. ketika saya menikmati proses pembelajaran, ketika saya didorong oleh keingintahuan, ketika ...

ketakutan irasional

pernahkah merasakan rasa takut sebelum mencoba sesuatu? pesimisme yang membuncah, kegamangan untuk melangkah, ketidakyakinan pada kekuatan sendiri, serasa ingin mati saja daripada menjalani sesuatu itu? orang bilang, menyerah sebelum berperang. padahal itu semua hanya karena omongan orang betapa mengerikannya medan laga yang harus dihadapi. omongan orang yang menghambatmu untuk optimis dan berbahagia dengan jalan yang akan ditempuh. begitu juga untuk urusan akademis. saya pernah mengalaminya berkali-kali, tapi yang teringat jelas dan sangat berkesan hanya ada dua. pertama, saat semester 3 di depan mata. semester paling hectic dan paling capek sepanjang perkuliahan. dua mata kuliah praktikum, dan itu errr menghabiskan waktu mainmu. saya ketakutan sekali, merasa tidak akan mampu melewatinya dengan selamat. ketakutan irasional yang membayang tak terelakkan. lalu hasilnya? saya masih hidup, selamat sampai tujuan dengan hasil memuaskan. ip melonjak cukup tinggi dibanding sem...

Berpulang Pada Kalian

Tanpa sadar aku telah merangkak keluar dari kehidupan orang-orang yang aku sayangi. Dan ketika jarak terasa semakin jauh, seandainya bisa, aku akan berlari kembali.. (salah satu status fb) Status fb dengan batasan maksimal 160 karakter, tulisan yang sangat singkat, tapi ketika digali maknanya bisa sangat dalam. Seperti status yang ak post beberapa hari yang lalu. Suatu titik kesadaranku yang dengan telaknya meninju ulu hati sampai lebam. Ya, bagaimana tidak lebam ketika merasa terasing sendiri, kehilangan konvoi sosial tanpa disadari.. Proksimitas, aku merindukanmu begitu terpendam. Jarak yang begitu jauh terasa menyesakkan, dan rutinitas semakin menambah panjang saja jarak yang tercipta. Jarak bukan lagi sekedar jarak secara fisik dan ruang, tapi juga merenggangnya kelekatan dan semakin habisnya komunikasi dilahap oleh rutinitas yang membuatku melupakan komunikasi. Dan beginilah akibatnya, aku kehilangan sekian banyak teman-teman yan...