pernahkan merasa hampa tanpa alasan yang pasti? perasaan hampa yang membuatmu berjalan tanpa tujuan. membuatmu memilih untuk keluar dari kamar 3x3, menuntaskan rindu pada belaian angin, berkelana menuju kota tanpa batas, berdua sekaligus seorang diri. bersama motor hitam yang setia dan tak banyak kata. berdua dengannya sekaligus seorang diri. mengenyam kata dalam ruang terbuka nan semu di dalam kepala. berkendara tanpa tujuan, tanpa konsentrasi penuh. dikendalikan oleh impulsivitas, dorongan ingin yang lagi-lagi tak pernah beralasan. mengurai benak, menikmati rasa, memutar kembali memori. ada kala mata lalu berkaca-kaca, merasa papa sendiri, merasa sendiri, merasa tak berarti. hampa. betapa absurd perasaan itu,n pun betapa nyata menyapa.
pernahkan merasa ada luka menganga jauh di dalam sini? ya di sini, ada luka yang membuatmu perih, membuatmu meringis, membuatmu menangis. luka yang tak bisa dibetadin, luka yang tak bisa diperban, luka yang tidak bisa disentuh lalu dielus-elus, atau dijilati agar lekas sembuh. luka yang hanya bisa diresapi, dihayati, dan ditangisi. luka yang lama kelamaan membuatku sangsi. benarkah luka itu ada di dalam sini? atau pantaskah luka ini ada di sini? ah luka ini, sepertinya hanyalah masalah persepsi. luka ini adalah imajinasi, ia tak sepantasnya ada di sini, ia tak seharusnya membuatku begini. oh my imaginary scar.
Komentar
Posting Komentar