kegalauan melanda ketika apa yang sepertinya terlihat di depan adalah masa depan suram. tidak suram bagaimana, saya adalah tipe yang susah terpesona, apalagi jatuh cinta. lalu setiap saya suka sama orang dia bukanlah orang yang taat beragama, atau dia bukanlah orang yang seagama. walau bagi saya itu nggak masalah, keluarga saya pasti menentang keras. kapan nikahnya kalo begini? saya sudah mau 20 tahun ini.
sekarang sudah tanggal 8 agustus. 2 hari lalu adalah 6 agustus. hari yang biasanya saya nanti sejak satu minggu sebelumnya. lalu anehnya, saya melupakannya begitu saja. lupa selupa lupanya. bahkan kalau saya nggak buka fb hari ini pun, saya yakin saya gak inget inget juga. kalo 6 agustus kamu ulang tahun. ritual tahunanku dengan mendoakanmu dalam hening tanpa kebingaran, luput juga tahun ini. semuanya terasa aneh. saya bingung. saya senang karena sepertinya saya sudah benar-benar terbebas. sekaligus sedih, kenapa terbebas itu sepertinya identik dengan melupakan. tak bisakah saya terbebas dengan tetap mengingatmu. menunjukkan betapa ikhlas saya tentang kamu, apapun itu. ah ikhlas, bukankah itu adalah tahap yang sangat sulit untuk dicengkeram, bahkan sekedar digenggam ataupun diletakkan di atas telapak tangan?
Komentar
Posting Komentar