Langsung ke konten utama

menghidupkan hidup

tak bisa dipungkiri, akhir-akhir ini saya benar-benar sedang mencintai dan menikmati kehidupan yang tengah berjalan. walaupun mungkin memang, saya semakin kehilangan waktu luang untuk sekedar bermain dan berkeliling. yah, seperti kehidupan saya di semester 3 kemarin sebenarnya. namun, ada yang berbeda di sini. di semester 3 saya tidak bisa menikmati semua kegiatan yang mayoritas dipenuhi dengan mengerjakan praktikum. and truly, that's suck. saya nggak rela kehilangan waktu bermain dan berkeliling yang saya gemari karena praktikum. tapi, lain dengan sekarang, karena apa yang saya jalani saat ini adalah sesuatu yang sangat menyenangkan.

saya semakin enjoy dengan proses kuliah di psikologi. semakin banyak hal menarik yang didapat di perkuliahan ini. rasa tertarik yang kemudian menumbuhkan motivasi intrinsik untuk belajar secara mandiri. sungguh, ini adalah sebuah pencapaian bagi saya. ketika saya menikmati proses pembelajaran, ketika saya didorong oleh keingintahuan, ketika saya tidak mengkhawatirkan nilai di khs, tapi mengkhawatirkan seberapa banyak ilmu yang bisa saya serap. juga, ketika saya semakin sayang untuk membolos. sampai saat ini track record membolos saya adalah: linbud 1x (karena ikut seminar di fib), tes bakat 1x (karena malas). kode etik 2x (karena bangun kesiangan dan sakit).

saya lebih menyukai kelas dan les jerman di pusman. materi yang semakin rumit sekaligus menarik. teman les yang benar-benar pinter bahasa jerman membuat saya semakin termotivasi mengejar ketertinggalan. selain itu, semakin banyak juga materi tentang budaya jerman. meskipun jadwal les saya malam hari jam 7, yang seringkali membuat saya terkantuk-kantuk di kelas. mencoba bertahan untuk tetap memperhatikan, tapi saya benar-benar menyukainya.

lalu, asisten ow. saya suka jadi asisten ow, karena saya mendapat banyak pembelajaran dari sini. baik tentang materi observasi wawancara itu sendiri, ataupun tentang hal lain terkait hubungan asisten-praktikan. saya jadi lebih bisa memahami kelakuan asisten ow saya dahulu, dan merasa bersalah atas judgement yang saya berikan pada beliau dulu. saya jadi memahami bahwa sebaran kurva normal itu memang benar-benar terjadi. dalam sebuag populasi, pasti ada satu atau dua orang yang berada di bawah rata-rata yang seringkali bikin emosi, atau yang berada di atas rata-rata yang bikin simpatik. juga tentunya yang berada di rata-rata dan membuat mereka tidak begitu berkesan. tapi memang seperti itu bukan dunia bekerja. mereka yang menjadi perhatian adalah yang berada di luar rata-rata.

saya juga menyadari bahwa setiap orang mempunyai prioritas tersendiri, dan kita harus menghargai prioritas masing-masing. masih tentang menghargai, saya juga belajar untuk menghargai kemampuan yang dimiliki tiap individu. ada individu yang oke di diskusi, ada yang oke di nulis, ada yang oke di dua-duanya, ada yang tidak oke di dua-duanya, ada yang oke di salah satu atau keduanya tapi jadi tidak oke karena terhambat rasa malas, ada yang tidak oke di salah satu atau keduanya, tapi ia terus berusaha. perbedaan tiap individu yang harus dihargai tapi dinilai dengan berbeda. dari sini juga, saya kembali diingatkan tentang nguripi urip, memaknai hidup dengan menggunakan tiap kesempatan untuk tekun bersungguh-sungguh menjalankan hal yang disukai agar mempunyai suatu hasil.

kemudian, kkn. yah, saya sudah tergabung dengan sebuah kelompok kkn bertema agrowisata dan bertempat di flores. bertemu dengan orang-orang baru dari jurusan yang berbeda, yang membuat mereka mempunyai karakteristik yang juga berbeda dari anak psikologi. ini agak stereotyping sih, but it's true, they are totally different. bergabung di kelompok kkn ini juga merupakan sebuah proses belajar. belajar tentang hubungan interpersonal, belajar cari duit, belajar bikin program, dan pastinya saya akan belajar lebih banyak lagi. perjalanan kelompok kami masih sangat panjang, masih ada 7 bulan sebelum kkn dilaksanakan. masih ada banyak pekerjaan yang harus dipersiapkan dan diselesaikan. masih banyak pembelajaran yang akan saya dapat. semoga kami kompak dan tetap bersemangat.

lalu, psikomedia. saya akui ini adalah bagian yanng tidak begitu saya nikmati. tai saya mencoba bertahan di sini, setengah hati sebenarnya. namun, saya menyadari ada tanggung jawab yang belum bisa diletakkan begitu saja, masih harus dipikul beberapa minggu lagi. sebenarnya, saya heran kok bisa saya bertahan selama ini. nyaris dua tahun. dua tahun, hhmm bukan waktu yang singkat. kalau boleh saya menoleh menelusuri jejak, saya bersyukur juga memutuskan untuk bertahan. mengapa? karena lagi-lagi saya pun mendapat banyak proses belajar di sini. tapi saya juga agak menyesal, karena kinerja saya di sini tidak begitu memuaskan. saya dirundung kemalasan menyelesaikan tugas, hah, mungkin itu gara-gara setengah hati itu sih. maaf psikomed :(

selanjutnya adalah volunteer anak kolong tangga. proses yang akan dimulai, karena saya baru aja keterima dan belum berbuat apa-apa di sini. namun jujur ada optimisme di sini, karena keputusan bergabung di sini adalah rasa suka, ketertarikan. anak kolong tangga mempunyai concern utama pada anak-anak, dan saya menyukai anak-anak. semoga saya bisa bertahan di sini dengan rasa suka, dan semoga akan banyak pembelajaran yang didapat di sini.

terakhir yang akan saya lalui paling tidak selama 4 minggu ke depan adalah bermain bersama anak-anak sanggar di daerah godean. sebenarnya tujuan awal hanyalah untuk mencari subjek praktikum binet. namun, karena berurusan dnegan anak yang tidak dikenal, kami memutuskan untuk melakukan building raport terlebih dahulu. nah cara yang kami tempuh adalah dengan mengikuti kegiatan sanggar yang memungkinkan kami untuk berinteraksi dan melakukan pendekatan dengan anak-anak. namun, karena kematin ibu pengelola sanggar justru meminta kami untuk mengisi kegiatan sanggar juga agar bisa lebih dekat, yah apa boleh buat dengan tanpa rasa keberatan kami pun menyanggupi. khusus bagi saya, ini adalah sebuah kesempatan besar yang menyenangkan hehe.

hmm, hal-hal yang saya sukai berjalan bergantian akhir-akhir ini. saya merasa lebih bermanfaat, lebih bisa menghidupkan hidup. terimakasih tuhan :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ketakutan irasional

pernahkah merasakan rasa takut sebelum mencoba sesuatu? pesimisme yang membuncah, kegamangan untuk melangkah, ketidakyakinan pada kekuatan sendiri, serasa ingin mati saja daripada menjalani sesuatu itu? orang bilang, menyerah sebelum berperang. padahal itu semua hanya karena omongan orang betapa mengerikannya medan laga yang harus dihadapi. omongan orang yang menghambatmu untuk optimis dan berbahagia dengan jalan yang akan ditempuh. begitu juga untuk urusan akademis. saya pernah mengalaminya berkali-kali, tapi yang teringat jelas dan sangat berkesan hanya ada dua. pertama, saat semester 3 di depan mata. semester paling hectic dan paling capek sepanjang perkuliahan. dua mata kuliah praktikum, dan itu errr menghabiskan waktu mainmu. saya ketakutan sekali, merasa tidak akan mampu melewatinya dengan selamat. ketakutan irasional yang membayang tak terelakkan. lalu hasilnya? saya masih hidup, selamat sampai tujuan dengan hasil memuaskan. ip melonjak cukup tinggi dibanding sem...

Berpulang Pada Kalian

Tanpa sadar aku telah merangkak keluar dari kehidupan orang-orang yang aku sayangi. Dan ketika jarak terasa semakin jauh, seandainya bisa, aku akan berlari kembali.. (salah satu status fb) Status fb dengan batasan maksimal 160 karakter, tulisan yang sangat singkat, tapi ketika digali maknanya bisa sangat dalam. Seperti status yang ak post beberapa hari yang lalu. Suatu titik kesadaranku yang dengan telaknya meninju ulu hati sampai lebam. Ya, bagaimana tidak lebam ketika merasa terasing sendiri, kehilangan konvoi sosial tanpa disadari.. Proksimitas, aku merindukanmu begitu terpendam. Jarak yang begitu jauh terasa menyesakkan, dan rutinitas semakin menambah panjang saja jarak yang tercipta. Jarak bukan lagi sekedar jarak secara fisik dan ruang, tapi juga merenggangnya kelekatan dan semakin habisnya komunikasi dilahap oleh rutinitas yang membuatku melupakan komunikasi. Dan beginilah akibatnya, aku kehilangan sekian banyak teman-teman yan...