mimpi bagiku adalah sama krusialnya dengan oksigen yang dibutuhkan kehidupan agar tetap ada dan mengada. hari ini aku menyadari, seseorang, yaitu kamu, telah menyadapnya diam-diam dari benakku berhari-hari yang lalu. adakah aku merasa terharu? tidak, aku justru tersinggung dan benar-benar marah padamu. tak bisakah kau membentuk likumu tanpa meniru?
sekarang sudah tanggal 8 agustus. 2 hari lalu adalah 6 agustus. hari yang biasanya saya nanti sejak satu minggu sebelumnya. lalu anehnya, saya melupakannya begitu saja. lupa selupa lupanya. bahkan kalau saya nggak buka fb hari ini pun, saya yakin saya gak inget inget juga. kalo 6 agustus kamu ulang tahun. ritual tahunanku dengan mendoakanmu dalam hening tanpa kebingaran, luput juga tahun ini. semuanya terasa aneh. saya bingung. saya senang karena sepertinya saya sudah benar-benar terbebas. sekaligus sedih, kenapa terbebas itu sepertinya identik dengan melupakan. tak bisakah saya terbebas dengan tetap mengingatmu. menunjukkan betapa ikhlas saya tentang kamu, apapun itu. ah ikhlas, bukankah itu adalah tahap yang sangat sulit untuk dicengkeram, bahkan sekedar digenggam ataupun diletakkan di atas telapak tangan?
Komentar
Posting Komentar