hari terus bergulir dari senin ke selasa ke rabu dan terus seperti itu. selama bumi masih mengelilingi matahari, waktu akan terus bergerak maju. dan berbagai peristiwa akan setia menemani waktu melangkah. terkadang, mereka menjadi sangat spesial dengan caranya yang sangat sederhana. seperti hari ini, one of my best day ever.
sore tadi saya melewatkan waktu yang sangat menyenangkan dengan sekumpulan anak di sebuah sanggar. sebenarnya kami hanya bermain-main sederhana saja. bermain cublak-cublak suweng, sebuah permainan yang kadang dimainkan semasa kecil. lalu petak umpet. lagi-lagi ini adalah permainan yang saya mainkan dulu, sering banget malah. setelah itu kasti, meskipun saya gak ikut main cuma jadi pelempar bola doang. but, it's totally fun!
ada dua alasan besar mengapa momen ini menjadi sangat menyenangkan. pertama, bermain permainan tradisional seperti ini adalah cara mengenang romatisme masa kecil yang bergembira ria. kedua, berinteraksi dengan anak-anak setelah sekian lama tidak pernah melakukannya, rasanya seperi melakukan loncat indah dari ketinggian lalu tercebur ke dalam air. deg-degan, iya. deg-degan mengetahui reaksi anak-anak, apa mereka akan cuek, atau justru excited. lalu rasanya plong dan segar. saya menemukan dunia baru di sini, dunia yang dulu pernah saya akrabi. yang kemudian merenggang, hingga menemukan dunia itu lagi. canggung di awalnya, lalu menyegarkan.
di sanggar tadi ada beberapa anak yang hobi banget nggelendot. anehnya, walau nggak aneh juga sih, saya seneng banget digelendotin. mendengar mereka memanggil-manggil nama saya, "mbak novia, mbak novia bla bla bla". merasakan telapak tangan dan jari-jari kecil mereka menelusup di antara jari-jari saya, melihat senyum mereka, ajaib saja rasanya. yah walaupun tidak semua anak adalah sosok-sosok manis seperti itu. beberapa ada juga yang nakal, bikin sedikit jengkel dan capek. tapi bukankah itu adalah sesuatu yang alamiah? individual differences do exist. still, i love those awesome children.
selepas dari sanggar, merapat sebentar di kolong tangga. lalu, ke kos nao, ngobrol ngalor ngidul sambil muter lagunya the vines, copeland, float, homogenic dll. hingga kemudian, kami memutuskan buat mereguk udara malam saja. padahal, kami juga nggak tahu akan pergi kemana. akhirnya, going nowhere. muter2 jogja dengan kecepatan rendah, tanpa tujuan, sambil mengobrol tentang apapun. di tengah obrolan yang sangat random, kami membicarakan tentang masa sma dulu. lalu beranjak pada seseorang yang signifikan bagi saya, yang kemudian membuat saya berpikir: dia adalah orang yang terlalu berbeda dan bagaimana bisa menjadi orang yang sangat sulit dilupakan, bahkan tidak ingin saya lupakan. skenario apa sebenarnya yang sedang berjalan?
malam ini, petualangan malam kami dimulai dari gejayan, lalu ring road utara, ke jembatan janti, jec, pakualaman, altar, ngasem, wirobrajan, godean, jamal, ring road utara, jakal, laluuu rektorat! beberapa tenda telah berdiri di halaman rektorat, spanduk-spanduk juga telah terpasang, ratusan orang berkumpul di situ, mayoritas dari kaum adam. mereka duduk-duduk bergerombol membentuk lingkaran. beberapa berdiskusi, atau ngobrol tepatnya. beberapa mainan gitar, juga main kartu. tapi gak ada yang mabok di situ, dan sedikit yang ngrokok. ada juga yang tidur-tiduran beralas tikar dan beratap langit, bikin saya pengin ikut-ikutan tiduran di situ. langit sedang benar-benar indah. cuaca yang terang, warna langit pun biru tua, diselimuti awan-awan seperti kapas yang berarak. bintang-bintang bertebaran membentuk gugusan-gugusan yang saya gak tau namanya. and the best part of it is the moon, a full moon which is so bright. lalu saya pun duduk di bangku rektorat dan asyik memandangi langit. lagi-lagi ini adalah hal yang lama tidak saya lakukan. bintang tetap kekeuh di posisinya, namun awan-awan bergerak berarak hingga menutupi bulan, dan memaksa bulan membentuk cincin besar di sekitarnya dengan cahayanya yang memancar menembus awan-awan. baguuus banget!
kami duduk-duduk, memandangi langit, ngobrol lagi tentang apapun. di sebelah kanan kami, segerombolan cowok menghabiskan waktu dengan sangat berbeda, mereka malah futsalan teman-teman. lucu banget deh, melihat mereka mengejar-ngejar bola dengan sangat bersemangat. lalu terpikir saja saat itu, aksi ini justru menjadi sebuah media yang membuka ruang interaksi bagi anak-anak vokasi ini. di tengah aksi menduduki rektorat menuntut ekstensi ini, mereka bisa menemukan kegiatan yang menyenangkan untuk dilakukan bersama. mungkin aksi ini akan mendekatkan mereka, mungkin mereka malah bisa ngobrol dengan orang yang dulu tidak pernah diajak ngobrol. dan mungkin, sehabis aksi ini selesai, akan ada segerombolan cowok yang datang tiap malam di rektorat buat futsalan, atau main kartu, atau gitaran. hahaha, rektorat akan jadi seperti pasar malam.
haah, saya jadi pengen punya kamera, kamera apapun deh. mau tustel jadul, analog, lomo, kamera pocket, dslr, terserah yang penting kamera. akan sangat menyenangkan untuk mengabadikan event-event seperti tadi. memotret kegiatan sanggar, dan anak-anak lucu ini. memotret sudut-sudut jogja, ataupun aksi menduduki rektorat ini. baiklah, kamera akan masuk ke waiting list deh.
oya ada kejadian lucu pas di rektorat, yaitu saat kita berdua berjalan pulang ke parkiran, melewati gerombolan-gerombolan anak vokasi, ketika tiba-tiba seseorang memanggil dari belakang.
masnya : mbak, mbak, mbak!
saya & nao: (membalikkan badan dengan wajah bingung) ya mas? ada apa? (dan juga deg-degan dikira mau diajak ngobrol serius ttg aksi ini, hehe)
masnya : mbak, mau ngajak kenalan.
saya & nao: (pandang-pandangan bingung)
saya : hah? kenalan? buat apa mas?
masnya : ini saya kalah main kartu, terus disuruh kenalan sama mbaknya.
saya & nao: (ngakak dengan cukup tidak sopan)
saya : novia mas (masih ngakak, nao juga)
masnya : makasih mbak (berbalik kembali ke temannya).
kami masih aja ngakak sambil mencoba merekonstruksi kejadian ini. manusia, makhluk yang pintar mencari kesenangan-kesenangan kecil, adalah konklusi yang saya dapatkan dari aksi menduduki rektorat malam ini.
sudah jam 12, kami pun pulang. dan saya pulang dengan hati gembira dan otak penuh hal-hal yang ingin dituliskan. as what spongebob sang: it's the best day ever, it's the best day ever..
:D
sore tadi saya melewatkan waktu yang sangat menyenangkan dengan sekumpulan anak di sebuah sanggar. sebenarnya kami hanya bermain-main sederhana saja. bermain cublak-cublak suweng, sebuah permainan yang kadang dimainkan semasa kecil. lalu petak umpet. lagi-lagi ini adalah permainan yang saya mainkan dulu, sering banget malah. setelah itu kasti, meskipun saya gak ikut main cuma jadi pelempar bola doang. but, it's totally fun!
ada dua alasan besar mengapa momen ini menjadi sangat menyenangkan. pertama, bermain permainan tradisional seperti ini adalah cara mengenang romatisme masa kecil yang bergembira ria. kedua, berinteraksi dengan anak-anak setelah sekian lama tidak pernah melakukannya, rasanya seperi melakukan loncat indah dari ketinggian lalu tercebur ke dalam air. deg-degan, iya. deg-degan mengetahui reaksi anak-anak, apa mereka akan cuek, atau justru excited. lalu rasanya plong dan segar. saya menemukan dunia baru di sini, dunia yang dulu pernah saya akrabi. yang kemudian merenggang, hingga menemukan dunia itu lagi. canggung di awalnya, lalu menyegarkan.
di sanggar tadi ada beberapa anak yang hobi banget nggelendot. anehnya, walau nggak aneh juga sih, saya seneng banget digelendotin. mendengar mereka memanggil-manggil nama saya, "mbak novia, mbak novia bla bla bla". merasakan telapak tangan dan jari-jari kecil mereka menelusup di antara jari-jari saya, melihat senyum mereka, ajaib saja rasanya. yah walaupun tidak semua anak adalah sosok-sosok manis seperti itu. beberapa ada juga yang nakal, bikin sedikit jengkel dan capek. tapi bukankah itu adalah sesuatu yang alamiah? individual differences do exist. still, i love those awesome children.
selepas dari sanggar, merapat sebentar di kolong tangga. lalu, ke kos nao, ngobrol ngalor ngidul sambil muter lagunya the vines, copeland, float, homogenic dll. hingga kemudian, kami memutuskan buat mereguk udara malam saja. padahal, kami juga nggak tahu akan pergi kemana. akhirnya, going nowhere. muter2 jogja dengan kecepatan rendah, tanpa tujuan, sambil mengobrol tentang apapun. di tengah obrolan yang sangat random, kami membicarakan tentang masa sma dulu. lalu beranjak pada seseorang yang signifikan bagi saya, yang kemudian membuat saya berpikir: dia adalah orang yang terlalu berbeda dan bagaimana bisa menjadi orang yang sangat sulit dilupakan, bahkan tidak ingin saya lupakan. skenario apa sebenarnya yang sedang berjalan?
malam ini, petualangan malam kami dimulai dari gejayan, lalu ring road utara, ke jembatan janti, jec, pakualaman, altar, ngasem, wirobrajan, godean, jamal, ring road utara, jakal, laluuu rektorat! beberapa tenda telah berdiri di halaman rektorat, spanduk-spanduk juga telah terpasang, ratusan orang berkumpul di situ, mayoritas dari kaum adam. mereka duduk-duduk bergerombol membentuk lingkaran. beberapa berdiskusi, atau ngobrol tepatnya. beberapa mainan gitar, juga main kartu. tapi gak ada yang mabok di situ, dan sedikit yang ngrokok. ada juga yang tidur-tiduran beralas tikar dan beratap langit, bikin saya pengin ikut-ikutan tiduran di situ. langit sedang benar-benar indah. cuaca yang terang, warna langit pun biru tua, diselimuti awan-awan seperti kapas yang berarak. bintang-bintang bertebaran membentuk gugusan-gugusan yang saya gak tau namanya. and the best part of it is the moon, a full moon which is so bright. lalu saya pun duduk di bangku rektorat dan asyik memandangi langit. lagi-lagi ini adalah hal yang lama tidak saya lakukan. bintang tetap kekeuh di posisinya, namun awan-awan bergerak berarak hingga menutupi bulan, dan memaksa bulan membentuk cincin besar di sekitarnya dengan cahayanya yang memancar menembus awan-awan. baguuus banget!
kami duduk-duduk, memandangi langit, ngobrol lagi tentang apapun. di sebelah kanan kami, segerombolan cowok menghabiskan waktu dengan sangat berbeda, mereka malah futsalan teman-teman. lucu banget deh, melihat mereka mengejar-ngejar bola dengan sangat bersemangat. lalu terpikir saja saat itu, aksi ini justru menjadi sebuah media yang membuka ruang interaksi bagi anak-anak vokasi ini. di tengah aksi menduduki rektorat menuntut ekstensi ini, mereka bisa menemukan kegiatan yang menyenangkan untuk dilakukan bersama. mungkin aksi ini akan mendekatkan mereka, mungkin mereka malah bisa ngobrol dengan orang yang dulu tidak pernah diajak ngobrol. dan mungkin, sehabis aksi ini selesai, akan ada segerombolan cowok yang datang tiap malam di rektorat buat futsalan, atau main kartu, atau gitaran. hahaha, rektorat akan jadi seperti pasar malam.
haah, saya jadi pengen punya kamera, kamera apapun deh. mau tustel jadul, analog, lomo, kamera pocket, dslr, terserah yang penting kamera. akan sangat menyenangkan untuk mengabadikan event-event seperti tadi. memotret kegiatan sanggar, dan anak-anak lucu ini. memotret sudut-sudut jogja, ataupun aksi menduduki rektorat ini. baiklah, kamera akan masuk ke waiting list deh.
oya ada kejadian lucu pas di rektorat, yaitu saat kita berdua berjalan pulang ke parkiran, melewati gerombolan-gerombolan anak vokasi, ketika tiba-tiba seseorang memanggil dari belakang.
masnya : mbak, mbak, mbak!
saya & nao: (membalikkan badan dengan wajah bingung) ya mas? ada apa? (dan juga deg-degan dikira mau diajak ngobrol serius ttg aksi ini, hehe)
masnya : mbak, mau ngajak kenalan.
saya & nao: (pandang-pandangan bingung)
saya : hah? kenalan? buat apa mas?
masnya : ini saya kalah main kartu, terus disuruh kenalan sama mbaknya.
saya & nao: (ngakak dengan cukup tidak sopan)
saya : novia mas (masih ngakak, nao juga)
masnya : makasih mbak (berbalik kembali ke temannya).
kami masih aja ngakak sambil mencoba merekonstruksi kejadian ini. manusia, makhluk yang pintar mencari kesenangan-kesenangan kecil, adalah konklusi yang saya dapatkan dari aksi menduduki rektorat malam ini.
sudah jam 12, kami pun pulang. dan saya pulang dengan hati gembira dan otak penuh hal-hal yang ingin dituliskan. as what spongebob sang: it's the best day ever, it's the best day ever..
:D
Komentar
Posting Komentar