Langsung ke konten utama

biarkan pelangi tetap istimewa

kemarin saya melihat pelangi lagi. sesempurna pelangi sore di Jogja dulu. lebih indah dengan background sawah yang luas dan langit senja biru bersemu ungu yang mempesona. juga semburat matahari orange menembus arak-arak an awan. pelangi yang mengijinkan dirinya untuk ditatap lebih lama, semenjak awal kemunculannya hingga mengikis habis tapi masih menyisakan lengkungan imajiner dalam ruang visual saya. momen yang sangat sempurna. terduduk dikelilingi hamparan sawah mengagumi pelangi di sore semilir sambil mengunyah martabak manis. ah sangat menyenangkan.

mungkin pelangi sedang suka menunjukkan dirinya. mungkin tuhan berbaik hati membukakan kesempatan bagi saya untuk mengaguminya. mungkin hati dan akal saya masih berkompromi untuk memunculkan rasa hangat dan gembira melihat kemunculannya. tapi jauh di dalam sini, saya berharap agar pelangi tak perlu muncul terlalu sering dalam kehidupan saya. biarlah ia tetap muncul, dan saya melewatkan kesempatan untuk menemuinya. biarlah ada rasa rindu atau iri ketika mengetahui saya melewatkannya. biarlah seperti itu, agar saya tak menjadi terbiasa. agar saya tetap antusias pada pelangi. agar saya tetap bisa tersenyum tertawa gembira melihat mejikuhibiniunya. biarkan pelangi selalu terasa istimewa dengan mudah dalam hidup saya. biarkan ia menjemput takdirnya seperti itu, jangan biarkan ia bertakdir sama seperti matahari. matahari yang menakjubkan, namun tak terasa istimewa karena ia selalu muncul di tiap pagi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

birthday

sekarang sudah tanggal 8 agustus. 2 hari lalu adalah 6 agustus. hari yang biasanya saya nanti sejak satu minggu sebelumnya. lalu anehnya, saya melupakannya begitu saja. lupa selupa lupanya. bahkan kalau saya nggak buka fb hari ini pun, saya yakin saya gak inget inget juga. kalo 6 agustus kamu ulang tahun. ritual tahunanku dengan mendoakanmu dalam hening tanpa kebingaran, luput juga tahun ini. semuanya terasa aneh. saya bingung. saya senang karena sepertinya saya sudah benar-benar terbebas. sekaligus sedih, kenapa terbebas itu sepertinya identik dengan melupakan. tak bisakah saya terbebas dengan tetap mengingatmu. menunjukkan betapa ikhlas saya tentang kamu, apapun itu. ah ikhlas, bukankah itu adalah tahap yang sangat sulit untuk dicengkeram, bahkan sekedar digenggam ataupun diletakkan di atas telapak tangan?

Berpulang Pada Kalian

Tanpa sadar aku telah merangkak keluar dari kehidupan orang-orang yang aku sayangi. Dan ketika jarak terasa semakin jauh, seandainya bisa, aku akan berlari kembali.. (salah satu status fb) Status fb dengan batasan maksimal 160 karakter, tulisan yang sangat singkat, tapi ketika digali maknanya bisa sangat dalam. Seperti status yang ak post beberapa hari yang lalu. Suatu titik kesadaranku yang dengan telaknya meninju ulu hati sampai lebam. Ya, bagaimana tidak lebam ketika merasa terasing sendiri, kehilangan konvoi sosial tanpa disadari.. Proksimitas, aku merindukanmu begitu terpendam. Jarak yang begitu jauh terasa menyesakkan, dan rutinitas semakin menambah panjang saja jarak yang tercipta. Jarak bukan lagi sekedar jarak secara fisik dan ruang, tapi juga merenggangnya kelekatan dan semakin habisnya komunikasi dilahap oleh rutinitas yang membuatku melupakan komunikasi. Dan beginilah akibatnya, aku kehilangan sekian banyak teman-teman yan...

menghidupkan hidup

tak bisa dipungkiri, akhir-akhir ini saya benar-benar sedang mencintai dan menikmati kehidupan yang tengah berjalan. walaupun mungkin memang, saya semakin kehilangan waktu luang untuk sekedar bermain dan berkeliling. yah, seperti kehidupan saya di semester 3 kemarin sebenarnya. namun, ada yang berbeda di sini. di semester 3 saya tidak bisa menikmati semua kegiatan yang mayoritas dipenuhi dengan mengerjakan praktikum. and truly, that's suck. saya nggak rela kehilangan waktu bermain dan berkeliling yang saya gemari karena praktikum. tapi, lain dengan sekarang, karena apa yang saya jalani saat ini adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. saya semakin enjoy dengan proses kuliah di psikologi. semakin banyak hal menarik yang didapat di perkuliahan ini. rasa tertarik yang kemudian menumbuhkan motivasi intrinsik untuk belajar secara mandiri. sungguh, ini adalah sebuah pencapaian bagi saya. ketika saya menikmati proses pembelajaran, ketika saya didorong oleh keingintahuan, ketika ...