Langsung ke konten utama

another birthday

membuka home fb hari ini, aku tersenyum-senyum sendiri. seseorang mendapat ucapan ulang tahun hari ini, ya seseorang berulang tahun hari ini.  ia memainkan permainan yang sama denganku 5 juni lalu, mendustakan hari ulang tahun di jejaring sosial.  entah apa motifnnya, aku tidak bisa memastikan apakah sekali lagi kami memiliki kesamaan motif, ataukah berbeda?

namun,  bukan itu alasan utama senyum merekah dari bibirku, sama sekali bukan itu.  toh, semua orang bisa melakukan itu.  tapi kesadaranku bahwa ia berbohong hari inilah yang membuatku mengulum rasa lucu.bagaimana tidak lucu, ketika aku masih mengingat hari ulang tahum seseorang yang pernah disukai jaman dahulu kala.  ketika mungkin sudah lebih 5 tahun dahulu itu berlalu.  terlebih, ingatan itu muncul begitu saja, tanpa aku bersusah payah mencoba mengingatnya, atau pun melupakannya.  dengan orang ini, semuanya berjalan saja, mengalir seperti air.

aku tak tahu apa sebab hal itu tiba-tiba menyusup keluar dari kotak memoriku.  aku tak tahu apakah karena aku tak pernah berusaha mengingat atau melupakannya, dan berikhlas hatikah alasannya? atau karena ia sebenarnya berulangtahun sehari setelah hari aku keluar dari rahim ibuku? aku tak tahu, sungguh tak tahu. tapi bagiku, sebab kedualah yang lebih masuk akal.  semoga aku salah.

lalu, aku mengucapkan selamat ulangtahun padanya, hari ini, lewat jejaring sosial.

aku tak akan membuka kedoknya, karena dengan begitu aku akan membuka sesuatu di dalam diriku, di masa laluku.

ada sebuah puisi yang ditulis oleh banyu bening, putra djenar maesa ayu. begini bunyinya:

air dapat memelukmu
tapi tak akan
membelenggumu
air dapat pantulkan
cahayamu
tapi tak dapat jadikanmu
nyata

Komentar

Postingan populer dari blog ini

menghidupkan hidup

tak bisa dipungkiri, akhir-akhir ini saya benar-benar sedang mencintai dan menikmati kehidupan yang tengah berjalan. walaupun mungkin memang, saya semakin kehilangan waktu luang untuk sekedar bermain dan berkeliling. yah, seperti kehidupan saya di semester 3 kemarin sebenarnya. namun, ada yang berbeda di sini. di semester 3 saya tidak bisa menikmati semua kegiatan yang mayoritas dipenuhi dengan mengerjakan praktikum. and truly, that's suck. saya nggak rela kehilangan waktu bermain dan berkeliling yang saya gemari karena praktikum. tapi, lain dengan sekarang, karena apa yang saya jalani saat ini adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. saya semakin enjoy dengan proses kuliah di psikologi. semakin banyak hal menarik yang didapat di perkuliahan ini. rasa tertarik yang kemudian menumbuhkan motivasi intrinsik untuk belajar secara mandiri. sungguh, ini adalah sebuah pencapaian bagi saya. ketika saya menikmati proses pembelajaran, ketika saya didorong oleh keingintahuan, ketika ...

ketakutan irasional

pernahkah merasakan rasa takut sebelum mencoba sesuatu? pesimisme yang membuncah, kegamangan untuk melangkah, ketidakyakinan pada kekuatan sendiri, serasa ingin mati saja daripada menjalani sesuatu itu? orang bilang, menyerah sebelum berperang. padahal itu semua hanya karena omongan orang betapa mengerikannya medan laga yang harus dihadapi. omongan orang yang menghambatmu untuk optimis dan berbahagia dengan jalan yang akan ditempuh. begitu juga untuk urusan akademis. saya pernah mengalaminya berkali-kali, tapi yang teringat jelas dan sangat berkesan hanya ada dua. pertama, saat semester 3 di depan mata. semester paling hectic dan paling capek sepanjang perkuliahan. dua mata kuliah praktikum, dan itu errr menghabiskan waktu mainmu. saya ketakutan sekali, merasa tidak akan mampu melewatinya dengan selamat. ketakutan irasional yang membayang tak terelakkan. lalu hasilnya? saya masih hidup, selamat sampai tujuan dengan hasil memuaskan. ip melonjak cukup tinggi dibanding sem...

Berpulang Pada Kalian

Tanpa sadar aku telah merangkak keluar dari kehidupan orang-orang yang aku sayangi. Dan ketika jarak terasa semakin jauh, seandainya bisa, aku akan berlari kembali.. (salah satu status fb) Status fb dengan batasan maksimal 160 karakter, tulisan yang sangat singkat, tapi ketika digali maknanya bisa sangat dalam. Seperti status yang ak post beberapa hari yang lalu. Suatu titik kesadaranku yang dengan telaknya meninju ulu hati sampai lebam. Ya, bagaimana tidak lebam ketika merasa terasing sendiri, kehilangan konvoi sosial tanpa disadari.. Proksimitas, aku merindukanmu begitu terpendam. Jarak yang begitu jauh terasa menyesakkan, dan rutinitas semakin menambah panjang saja jarak yang tercipta. Jarak bukan lagi sekedar jarak secara fisik dan ruang, tapi juga merenggangnya kelekatan dan semakin habisnya komunikasi dilahap oleh rutinitas yang membuatku melupakan komunikasi. Dan beginilah akibatnya, aku kehilangan sekian banyak teman-teman yan...