Langsung ke konten utama

all i need to say is THANKS GOD!

hello blog! :)

kali ini saya punya cerita menarik buatmu. ini tentang kuliah saya *tumben. siang tadi saya kuliah psikologi klinis, dan seperti biasa kita dipekerjakan dalam kelompok untuk berdiskusi tentang tema tertentu. sebenarnya agenda kuliah hari ini bukan diskusi, tapi muter film tentang homoseksual. menarik kan? sayangnya agenda ini harus dipending minggu depan. tetapii topik hari ini nggak kalah menariknya lho! tentang penerapan psikologi klinis pada tingkat makro. temanya adalah hmm, bingung juga apa tema yang bisa merepresentasikan, saya ceritain detailnya aja yah, oke here we goes..

jadi, kita diputerin sebuah video, movie maker lah tentang kondisi sosial di belahan bumi afrika yang sangat amat sangat kekurangan makanan dan air. ya, kedua hal itu adalah barang langka di sana. untuk mendapatkannya butuh banyak sekali pengorbanan. jadi jangan heran kalau di sana banyak banget busung lapar.

keadaan ini sayangnya tidak banyak disadari oleh kita-kita yang hidup di belahan dunia lain. kita yang tidak merasakan kelaparan dan dehidrasi. kita yang dengan uang yang kita punya bisa makan apa aja yang diingini. mau nasi kucing kek, burjonan kek, penyetan kek, nasi goreng kek, kfc kek, hokben kek, spagheti kek, ph kek, apapun! mau minum air putih kek, teh kek, kopi kek, milkshake kek, jus kek, minuman soda kek, beer kek, wine kek, apapun! apapun asal nggak lagi bokek tinggal tunjuk ajalah. bahkan sebokek-bokeknya bisalah makan nasi rames satu porsi plus es teh. keberlimpahan yang amat sangat bukan? sayangnya ya itu kita suka lupa atas semua anugrah yang diberiNya, yang sudah dijatahkanNya. bahkan tanpa malu-malu kita pun masih mengeluh dan merengek-rengek padaNya agar ditambah lagi karena kita masih merasa kurang! ironis bukan kalau dibandingkan sama teman2 kita di afrika? lebih ironisnya lagi rasa tidak bersyukur itu juga ditunjukkan lewat perilaku kita yang sering dengan tanpa rasa bersalah membuang-buang, menyisakan makanan dan minuman. belum tingkah laku kita yang tidak hemat air, membiarkan keran menyala hingga bak mandi luber-luber. tidak merasa peduli untuk mematikan dengan dalih 'gue udah bayar ya nih air, jadi terserah gue lah mau ambil banyak-banyak, mau dibuang-buang. gue udah bayar. titik." arogansi yang memalukan.

yah, video ini memaparkan kesenjangan kemakmuran antara masyarkat di afrika yang serba kekurangan dengan keadaan kita di sini yang berkelimpahan dan suka membuang-membuang. saya merasa ditampar loh, serius. ditampar kedua kalinya, setelah dulu sempat tertampar oleh bukunya totto chan. tamparan yang terlupakan sakitnya hingga perlu diingatkan lagi. melihat video ini benar-benar membuat saya berpikir, betapa beruntungnya saya dengan kehidupan yang saya miliki. kehidupan yang biasanya saya rutuki, nyatanya adalah kehidupan yang menyenangkan, kehidupan yang luar biasa. dan saya malah terlena dengan merasa terbiasa dan lupa untuk mensyukurinya. maaf Tuhan, dan terimakasih banyak :)

nah, dengan stimulus berupa video ini, kita diminta untuk merancang sebuah tindakan preventif. kelompok saya pun menetapkan tujuan untuk membangkitkan kesadaran individu untuk bersyukur dan berhenti membuang-buang makanan dan air. lalu dibuatlah sebuah tagline: SAVE FOOD, SAVE WATER, SAVE PEOPLE. ya, ini adalah sebuah preventif untuk lingkup mikro, penanaman kesadaran pada masing-masing individu untuk tidak membuang-buang makanan dan air. kalau kata aa gym adalah 3M: memulai dari yang mudah, memulai dari diri sendiri, memulai dari saat ini. yap benar banget kesadaran tiap individu untuk menggunakan air dan makan secukupnya, tidak membuang-membuang akan membawa perubahan pada skala yang lebih besar kelak. kalau kata sebuah quote ya think globally act locally. keren banget bukan kan kalau tiap orang bisa berbuat seperti itu. bayangkan saja efek yang akan mengikutinya.

tapi ya tapi itu nggak sekedip mata lho semua orang bakal sadar. yes, we need a campaign! macem earth hour itu lho, semoga saja akan ada orang yang mau memulai kampanye ini hingga mencapai skala global. atau mungkin suatu saat saya akan memulainya. tapi kalau ada yang lebih sigap dari saya, ya saya akan bergabung dan melanjutkannya. amin.. :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

birthday

sekarang sudah tanggal 8 agustus. 2 hari lalu adalah 6 agustus. hari yang biasanya saya nanti sejak satu minggu sebelumnya. lalu anehnya, saya melupakannya begitu saja. lupa selupa lupanya. bahkan kalau saya nggak buka fb hari ini pun, saya yakin saya gak inget inget juga. kalo 6 agustus kamu ulang tahun. ritual tahunanku dengan mendoakanmu dalam hening tanpa kebingaran, luput juga tahun ini. semuanya terasa aneh. saya bingung. saya senang karena sepertinya saya sudah benar-benar terbebas. sekaligus sedih, kenapa terbebas itu sepertinya identik dengan melupakan. tak bisakah saya terbebas dengan tetap mengingatmu. menunjukkan betapa ikhlas saya tentang kamu, apapun itu. ah ikhlas, bukankah itu adalah tahap yang sangat sulit untuk dicengkeram, bahkan sekedar digenggam ataupun diletakkan di atas telapak tangan?

Berpulang Pada Kalian

Tanpa sadar aku telah merangkak keluar dari kehidupan orang-orang yang aku sayangi. Dan ketika jarak terasa semakin jauh, seandainya bisa, aku akan berlari kembali.. (salah satu status fb) Status fb dengan batasan maksimal 160 karakter, tulisan yang sangat singkat, tapi ketika digali maknanya bisa sangat dalam. Seperti status yang ak post beberapa hari yang lalu. Suatu titik kesadaranku yang dengan telaknya meninju ulu hati sampai lebam. Ya, bagaimana tidak lebam ketika merasa terasing sendiri, kehilangan konvoi sosial tanpa disadari.. Proksimitas, aku merindukanmu begitu terpendam. Jarak yang begitu jauh terasa menyesakkan, dan rutinitas semakin menambah panjang saja jarak yang tercipta. Jarak bukan lagi sekedar jarak secara fisik dan ruang, tapi juga merenggangnya kelekatan dan semakin habisnya komunikasi dilahap oleh rutinitas yang membuatku melupakan komunikasi. Dan beginilah akibatnya, aku kehilangan sekian banyak teman-teman yan...

menghidupkan hidup

tak bisa dipungkiri, akhir-akhir ini saya benar-benar sedang mencintai dan menikmati kehidupan yang tengah berjalan. walaupun mungkin memang, saya semakin kehilangan waktu luang untuk sekedar bermain dan berkeliling. yah, seperti kehidupan saya di semester 3 kemarin sebenarnya. namun, ada yang berbeda di sini. di semester 3 saya tidak bisa menikmati semua kegiatan yang mayoritas dipenuhi dengan mengerjakan praktikum. and truly, that's suck. saya nggak rela kehilangan waktu bermain dan berkeliling yang saya gemari karena praktikum. tapi, lain dengan sekarang, karena apa yang saya jalani saat ini adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. saya semakin enjoy dengan proses kuliah di psikologi. semakin banyak hal menarik yang didapat di perkuliahan ini. rasa tertarik yang kemudian menumbuhkan motivasi intrinsik untuk belajar secara mandiri. sungguh, ini adalah sebuah pencapaian bagi saya. ketika saya menikmati proses pembelajaran, ketika saya didorong oleh keingintahuan, ketika ...