Langsung ke konten utama

terjinakkan.



Douglas Coupland dalam Life After God
"the cruelest things you can do to another person is pretend that you care about them more than you really do"



Antoine De Saint-Exupery dalam Le Petit Prince
kata pangeran cilik. "Aku mencari teman, apa artinya jinak?"
"sesuatu yang sudah terlalu lama diabaikan," kata rubah. "artinya menciptakan pertalian."
"menciptakan pertalian?"
"tentu," kata rubah. "Buatku kamu masih seorang bocah saja, yang sama dengan seratus bocah lain. Dan aku tidak membutuhkanmu. Kamu juga tidak membutuhkan aku. buat kamu, aku hanya seekor rubah yang sama dengan seratus ribu rubah lain. tetapi, kalau kamu menjinakkan aku, kita akan saling membutuhkan. kamu akan menjadi satu-satunya bagiku. aku akan menjadi satu-satunya bagimu di dunia..."
"aku mulai paham," kata pangeran cilik. "ada sekuntum bunga... aku kira ia telah menjinakkanku."
............................
"selamat jalan," kata rubah. "inilah rahasiaku. sangat sederhana: hanya lewat hati kita melihat dengan baik. yang terpenting tidak tampak di mata."
"yang terpenting tidak tampak di mata," ulang pangeran cilik agar tidak lupa.
"waktu yang kamu buang buat mawarmu, itulah yang membuatnya begitu penting."
"waktu yang aku buang untuk mawarku...." kata pangeran cilik agar tidak lupa.
"manusia telah melupakan kenyataan ini," kata rubah. "tetapi kamu tidak boleh melupakannya. kamu menjadi bertanggung jawab untuk selama-lamanya atas siapa yang telah kamu jinakkan. kamu bertanggung jawab atas mawarmu..."
"aku bertanggung jawab atas mawarku," kata pangeran cilik agar tidak lupa.

Menjinakkan adalah menciptakan pertalian, membuat dua entitas yang berbeda menjadi terhubung satu sama lain. Dalam konteks hubungan antar manusia, menurutku pertalian ini diciptakan melalui kepedulian, yang termanifestasikan dalam bentuk perhatian.

Kepedulian adalah hal yang amat penting, dan mungkin itu adalah hal paling penting yang dibutuhkan dan dicari manusia dalam interaksinya dengan orang lain. Seperti yang pernah ditulis Eric Weiner dalam Geography of Bliss, yang sayangnya saya lupa persisnya: Apa yang lebih penting adalah perhatian, bukan cinta itu sendiri. Apa yang diinginkan oleh anak adalah perhatian dari ayahnya, karena sebenarnya mereka belum mengerti apa itu cinta.

Pepatah jawa mengatakan "wiwiting tresna jalaran seka kulina". Kulina digatekake, lan nggatekake, kalau boleh aku tambahkan. Perhatian-perhatian kecil yanh terus-menerus dilancarkan, membuat seseorang jatuh cinta. Mungkin inilah yang dimaksud dalam lirik lagunya Dewa "aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku..."

Lalu, seperti yang dikatakan dalam Le Petit Prince, kamu bertanggung jawab atas apa yang telah kamu jinakkan, aku kemudian mengamini apa yang dikatakan oleh Douglas Coupland. Berpura-pura perhatian adalah hal yang jahat dalam sebuah interaksi. Amat jahat, karena itu memperbesar potensi seseorang merasakan patah hati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

menghidupkan hidup

tak bisa dipungkiri, akhir-akhir ini saya benar-benar sedang mencintai dan menikmati kehidupan yang tengah berjalan. walaupun mungkin memang, saya semakin kehilangan waktu luang untuk sekedar bermain dan berkeliling. yah, seperti kehidupan saya di semester 3 kemarin sebenarnya. namun, ada yang berbeda di sini. di semester 3 saya tidak bisa menikmati semua kegiatan yang mayoritas dipenuhi dengan mengerjakan praktikum. and truly, that's suck. saya nggak rela kehilangan waktu bermain dan berkeliling yang saya gemari karena praktikum. tapi, lain dengan sekarang, karena apa yang saya jalani saat ini adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. saya semakin enjoy dengan proses kuliah di psikologi. semakin banyak hal menarik yang didapat di perkuliahan ini. rasa tertarik yang kemudian menumbuhkan motivasi intrinsik untuk belajar secara mandiri. sungguh, ini adalah sebuah pencapaian bagi saya. ketika saya menikmati proses pembelajaran, ketika saya didorong oleh keingintahuan, ketika ...

ketakutan irasional

pernahkah merasakan rasa takut sebelum mencoba sesuatu? pesimisme yang membuncah, kegamangan untuk melangkah, ketidakyakinan pada kekuatan sendiri, serasa ingin mati saja daripada menjalani sesuatu itu? orang bilang, menyerah sebelum berperang. padahal itu semua hanya karena omongan orang betapa mengerikannya medan laga yang harus dihadapi. omongan orang yang menghambatmu untuk optimis dan berbahagia dengan jalan yang akan ditempuh. begitu juga untuk urusan akademis. saya pernah mengalaminya berkali-kali, tapi yang teringat jelas dan sangat berkesan hanya ada dua. pertama, saat semester 3 di depan mata. semester paling hectic dan paling capek sepanjang perkuliahan. dua mata kuliah praktikum, dan itu errr menghabiskan waktu mainmu. saya ketakutan sekali, merasa tidak akan mampu melewatinya dengan selamat. ketakutan irasional yang membayang tak terelakkan. lalu hasilnya? saya masih hidup, selamat sampai tujuan dengan hasil memuaskan. ip melonjak cukup tinggi dibanding sem...

Berpulang Pada Kalian

Tanpa sadar aku telah merangkak keluar dari kehidupan orang-orang yang aku sayangi. Dan ketika jarak terasa semakin jauh, seandainya bisa, aku akan berlari kembali.. (salah satu status fb) Status fb dengan batasan maksimal 160 karakter, tulisan yang sangat singkat, tapi ketika digali maknanya bisa sangat dalam. Seperti status yang ak post beberapa hari yang lalu. Suatu titik kesadaranku yang dengan telaknya meninju ulu hati sampai lebam. Ya, bagaimana tidak lebam ketika merasa terasing sendiri, kehilangan konvoi sosial tanpa disadari.. Proksimitas, aku merindukanmu begitu terpendam. Jarak yang begitu jauh terasa menyesakkan, dan rutinitas semakin menambah panjang saja jarak yang tercipta. Jarak bukan lagi sekedar jarak secara fisik dan ruang, tapi juga merenggangnya kelekatan dan semakin habisnya komunikasi dilahap oleh rutinitas yang membuatku melupakan komunikasi. Dan beginilah akibatnya, aku kehilangan sekian banyak teman-teman yan...