Langsung ke konten utama

candu baru bernama running man!

"Apakah kamu sudah tertawa hari ini?"

hehe, itu adalah pertanyaan yang ditanyakan Shaga ke aku di salah satu sesi les bahasa jerman beberapa bulan yang lalu, dalam bahasa jerman tentunya. Pertanyaan yang simpel, tapi malah bikin aku berpikir banyak sepulangnya.  Seingatku saat itu aku menjawab, "ya", dengan ragu-ragu. Lalu aku menanyakan hal yang sama pada Shaga, dan dia bilang "ya tentu saja aku tertawa setiap hari". Gara-gara itu aku jadi berpikir seberapa muram sih diriku bila dibandingkan dengan orang lain, karena hanya untuk menjawab pertanyaan itu aku perlu berpikir keras dan berakhir dengan ya yang ragu-ragu.  ya, mungkin aku kurang bersenang-senang dengan kehidupanku, dengan diriku sendiri.

apa aku sudah cukup bersenang-senang dengan hidupku? sebenarnya aku rasa sudah. tapi kesenanganku bukanlah sesuatu yang membuatku bisa tertawa terbahak-bahak. kesenangan-kesenanganku berujung pada senyum simpul, rasa puas, dan berpikir. oke, ini tidak berarti aku seorang pemikir, aku hanya suka berefleksi, sesuatu yang aku yakin semua orang melakukannya, hanya saja entah dia menyukainya atau tidak.

aku juga ingat di kelas jerman dulu, beberapa orang adalah k-pop fans, dan aku selalu bilang aku tidak tahu apa-apa tentang industri hiburan korea, dan aku tidak tertarik. ya, aku adalah orang yang sangat skeptis untuk menonton apapun produk hiburan dari korea. malas saja untuk mulai menonton, kalau pun pada akhirnya menonton pasti awalnya terpaksa. namun, beberapa yang aku tonton seperti gumiho, wedding dress, dan moment to remember tidaklah mengecewakan.

aku juga heran sebenarnya kenapa aku bisa sangat skeptis dengan hal-hal yang berbau korea, maka aku pun berefleksi. aku pikir apa yang membuatku berada di posisi ini lebih pada ketidaknyamananku melihat teman-temanku sebegitu lekat dan terikatnya dengan k-pop, tergila-gila, bahkan seakan tidak punya referansi hiburan lain selain itu. jadi kalau dari alasan ini aku menganalogikan korea sebagai agama, maka yang membuatku kesal sebenarnya adalah perilaku umat beragamanya yang sangat fanatik. tapi di luar itu, memang drama-drama korea yang pertama kali aku tonton sekilas di indosiar itu yah klise seperti sinetron jadi ya malas banget. musiknya yang didominasi boyband dan girlband juga tidak menarik minat sama sekali. namun, semua berubah saat aku nonton running man untuk kesekian kalinya, akhirnya aku jusru menemukan kesenangan sumber tertawa di variety show bikinan korea ini. yup now i'm a fan of running man :)

bagiku sekarang running man itu seperti candu, setiap malam pasti aku nonton running man. episodenya acak, gak berurutan, karena setiap episode pun pasti aku tertawa geli. hal yang paling aku sukai dari running man, yaitu aku menemukan sisi natural running man yang memberikan udara segar dari rasa jengah pada hal-hal artifisial yang sangat mendominasi dunia hiburan. ada beberapa hal yang menurutku menjadi daya tarik running man, bahkan bagi orang awam k-pop yang sama sekali tidak tahu siapa sebenarnya tujuh cast tetap running man ataupun guest starnya seperti diriku.

Pertama, konsep acara. games, peraturan, dan misi di running man itu di luar perkiraan, kadang tidak masuk akal. misal, bagaimana mereka memainkan sepakbola atau softball dengan peraturan yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, ditambah dengan kekuatan super pemainnya yang membuat permainan konvensial menjadi sangat kocak. keren lah yah tim produksi running man yang sangat kreatif ini.

Kedua, interaksi antar cast. Ada tujuh pemain tetap di running man: jae suk, suk jin, jihyo, jong kook, gary, haha, dan kwang soo. ketujuhnya memiliki karakter yang berbeda-beda, bahkan mereka saling memberikan julukan yang cukup merepresentasikan karakter tiap pemainnya. running man tahu betul bagaimana mengeksplorasi karakter pemain-pemainnya ini. Perpaduan antara permainan dan misinya, tidak adanya script, dan karakter tiap cast nya berhasil menciptakan interaksi yang sangat lucu, spontan, dan natural.

Ketiga, editing video. setelah beberapa kali nonton running man, aku jadi menyadari bahwa pujian harus diberikan juga pada siapapun yang mengedit video, memberikan slow motion, komentar-komentar, dan sebagainya. tanpa ini, running man tidak akan bisa semenegangkan dan selucu ini. benar-benar deh orang di balik proses ini menurutku punya sense of humor yang sangat bagus, dia bisa menangkap hal-hal kecil yang pasti akan terlewatkan dan tidak disadari sebenarnya saat filming running man berlangsung. namun berkat kejelian orang-orang ini dalam mengekspos detail-detail kecil ini, entah dengan slow motion, pengulangan berkali-kali, atau penambahan sound dan komentar alay mereka, momen-momen jenaka ini tidak mubadzir begitu saja. hehe.

Sejauh ini aku paling suka dengan episode-episode yang menampilkan spy. situasinya menegangkan dan lucu sekaligus. bagaimana spy mengatur strategi agar tidak ketahuan, saling curiga di antara mereka, permainan psikologis banget sih menurutku. spy favoritku adalah haha, dia sangat cerdik! haha juga lucu, kekanak-kanakan, dan meskipun dia sangat narsis sejauh ini aku menobatkan dia sebagai pemain favoritku di running man. aku selalu penasaran dengan aksi haha di tiap episode. terlebih menurutku haha adalah orang yang bisa sangat bersenang-senang dengan peran yang dia mainkan di running man. dia juga sering pura-pura bermain drama di tengah filming running man. Haha paling menakjubkan di episode 139 tentang pedang sakti yang mengambil tempat di Vietnam, sangat antagonis! berasa ingin guling-guling di lantai pas itu, hahahaha.

Tanyakan lagi padaku apa aku sudah tertawa hari ini. aku akan menjawab, ya aku tertawa setiap hari, aku menemukan kesenangan baru yang selalu membuatku  tertawa: running man!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

birthday

sekarang sudah tanggal 8 agustus. 2 hari lalu adalah 6 agustus. hari yang biasanya saya nanti sejak satu minggu sebelumnya. lalu anehnya, saya melupakannya begitu saja. lupa selupa lupanya. bahkan kalau saya nggak buka fb hari ini pun, saya yakin saya gak inget inget juga. kalo 6 agustus kamu ulang tahun. ritual tahunanku dengan mendoakanmu dalam hening tanpa kebingaran, luput juga tahun ini. semuanya terasa aneh. saya bingung. saya senang karena sepertinya saya sudah benar-benar terbebas. sekaligus sedih, kenapa terbebas itu sepertinya identik dengan melupakan. tak bisakah saya terbebas dengan tetap mengingatmu. menunjukkan betapa ikhlas saya tentang kamu, apapun itu. ah ikhlas, bukankah itu adalah tahap yang sangat sulit untuk dicengkeram, bahkan sekedar digenggam ataupun diletakkan di atas telapak tangan?

Berpulang Pada Kalian

Tanpa sadar aku telah merangkak keluar dari kehidupan orang-orang yang aku sayangi. Dan ketika jarak terasa semakin jauh, seandainya bisa, aku akan berlari kembali.. (salah satu status fb) Status fb dengan batasan maksimal 160 karakter, tulisan yang sangat singkat, tapi ketika digali maknanya bisa sangat dalam. Seperti status yang ak post beberapa hari yang lalu. Suatu titik kesadaranku yang dengan telaknya meninju ulu hati sampai lebam. Ya, bagaimana tidak lebam ketika merasa terasing sendiri, kehilangan konvoi sosial tanpa disadari.. Proksimitas, aku merindukanmu begitu terpendam. Jarak yang begitu jauh terasa menyesakkan, dan rutinitas semakin menambah panjang saja jarak yang tercipta. Jarak bukan lagi sekedar jarak secara fisik dan ruang, tapi juga merenggangnya kelekatan dan semakin habisnya komunikasi dilahap oleh rutinitas yang membuatku melupakan komunikasi. Dan beginilah akibatnya, aku kehilangan sekian banyak teman-teman yan...

menghidupkan hidup

tak bisa dipungkiri, akhir-akhir ini saya benar-benar sedang mencintai dan menikmati kehidupan yang tengah berjalan. walaupun mungkin memang, saya semakin kehilangan waktu luang untuk sekedar bermain dan berkeliling. yah, seperti kehidupan saya di semester 3 kemarin sebenarnya. namun, ada yang berbeda di sini. di semester 3 saya tidak bisa menikmati semua kegiatan yang mayoritas dipenuhi dengan mengerjakan praktikum. and truly, that's suck. saya nggak rela kehilangan waktu bermain dan berkeliling yang saya gemari karena praktikum. tapi, lain dengan sekarang, karena apa yang saya jalani saat ini adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. saya semakin enjoy dengan proses kuliah di psikologi. semakin banyak hal menarik yang didapat di perkuliahan ini. rasa tertarik yang kemudian menumbuhkan motivasi intrinsik untuk belajar secara mandiri. sungguh, ini adalah sebuah pencapaian bagi saya. ketika saya menikmati proses pembelajaran, ketika saya didorong oleh keingintahuan, ketika ...