Langsung ke konten utama

Merangkum curhat

Hallo blog, lama tidak menyapamu.  memang sudah semenjak lama sekali sepertinya keinginan untuk menulis pupus tanpa disadari.  menyedihkan memang, hal yang dulu digadang-gadang sebagai impian terlupakan begitu saja.  dulu aku kan pernah pengin bisa nulis tiap hari. dulu aku kan pernah memikirkan tentang mana yang harus aku kejar dulu kuantitas atau kualitas dalam menulis.  namun, pada akhirnya bercermin dari yang sudah-sudah hingga saat ini, ya nihil. apa yang aku pertanyakan semenjak dulu hanya jadi omong kosong, wacana tanpa realisasi.  memang aku akui ini lah titik lemahku, tidak memegang teguh niatan, mudah menolehkan diri dari target yang telah ku pasang di depan mata, mengalihkan arah depan dan melupakan apa yang pernah ku anggap sebagai depan. sedih ya.

perilaku tidak terpuji ini tidak hanya memakan kamu sebagai korbannya kok blog, tapi juga skripsiku.   idealisme untuk menyelesaikan skripsi semester ini entahlah akan tercapai tidak.  harusnya minggu ini aku sudah mengerjakan bab 3 dan mulai menjaring subjek. kenyataannya,sudah 1 bulan mengerjakan bab 2 ku tak kunjung selesai, mentok di dinamika psikologis. padahal itu adalah sekelumit ujung saja yang seharusnya bisa diselesaikan dalam waktu satu hari kerja.  tanyakan lagi padaku kenyataannya, blog.  dan aku akan memberikan jawaban yang semoga mengejutkanmu tentang betapa malasnya dan ingkarnya manusia, ehem.  sudah sejak kamis mengerjakan, sampai hari sabtu ini baru dua paragraf pembuka yang fix akan aku pakai. selebihnya? duh bingung. konsep apa saja yang akan aku tuliskan sudah terbayang betul di benak.  sudah dengan fasih ku ucapkan pada orang-orang ketika berbagi gundah tentang dinamika psikologis ini. tapi jemari dan otak benar2 susah untuk segera klop.  namun tidak adil juga menjadikan otak dan jemari yang tak berkoordinasi dengan baik sebagai alasan keterlambatanku ini.  lebih adil kalau aku mengakui saja bahwa malasku yang jadi penyebab. mengatribusikannya pada komitmenku yang nglokro, pada kelalaianku terhadap janji, pada kealpaanku bahwa skripsi ini menentukan masa wisudaku. wisuda yang dinanti diriku sendiri, keluarga kecilku, keluarga besarku, juga keluarga ku di pelosok timur sana.

yasudahlah blog, anggap ini sebagai salam galau dariku, yang mencari jalan kembali padamu.  pada akhirnya di setiap kegalauan yang jadi makanan sehari-hari manusia, yang bisa ditempuh adalah menumpas sumber kegalauan.  jadi dalam kasus ini aku harus komit untuk memenuhi targetku, mengerjakan segera apapun yang terjadi. dadah blog, sebelum pamit kuselipkan doaku terlebih dahulu: beri aku kekuatan untuk tak gentar dan tegar berikhtiar di jalan yang engkau ridhai tuhan, serta beri aku kepasrahan dan keikhlasan menerima setiap ketetapanmu. amin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

menghidupkan hidup

tak bisa dipungkiri, akhir-akhir ini saya benar-benar sedang mencintai dan menikmati kehidupan yang tengah berjalan. walaupun mungkin memang, saya semakin kehilangan waktu luang untuk sekedar bermain dan berkeliling. yah, seperti kehidupan saya di semester 3 kemarin sebenarnya. namun, ada yang berbeda di sini. di semester 3 saya tidak bisa menikmati semua kegiatan yang mayoritas dipenuhi dengan mengerjakan praktikum. and truly, that's suck. saya nggak rela kehilangan waktu bermain dan berkeliling yang saya gemari karena praktikum. tapi, lain dengan sekarang, karena apa yang saya jalani saat ini adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. saya semakin enjoy dengan proses kuliah di psikologi. semakin banyak hal menarik yang didapat di perkuliahan ini. rasa tertarik yang kemudian menumbuhkan motivasi intrinsik untuk belajar secara mandiri. sungguh, ini adalah sebuah pencapaian bagi saya. ketika saya menikmati proses pembelajaran, ketika saya didorong oleh keingintahuan, ketika ...

ketakutan irasional

pernahkah merasakan rasa takut sebelum mencoba sesuatu? pesimisme yang membuncah, kegamangan untuk melangkah, ketidakyakinan pada kekuatan sendiri, serasa ingin mati saja daripada menjalani sesuatu itu? orang bilang, menyerah sebelum berperang. padahal itu semua hanya karena omongan orang betapa mengerikannya medan laga yang harus dihadapi. omongan orang yang menghambatmu untuk optimis dan berbahagia dengan jalan yang akan ditempuh. begitu juga untuk urusan akademis. saya pernah mengalaminya berkali-kali, tapi yang teringat jelas dan sangat berkesan hanya ada dua. pertama, saat semester 3 di depan mata. semester paling hectic dan paling capek sepanjang perkuliahan. dua mata kuliah praktikum, dan itu errr menghabiskan waktu mainmu. saya ketakutan sekali, merasa tidak akan mampu melewatinya dengan selamat. ketakutan irasional yang membayang tak terelakkan. lalu hasilnya? saya masih hidup, selamat sampai tujuan dengan hasil memuaskan. ip melonjak cukup tinggi dibanding sem...

Berpulang Pada Kalian

Tanpa sadar aku telah merangkak keluar dari kehidupan orang-orang yang aku sayangi. Dan ketika jarak terasa semakin jauh, seandainya bisa, aku akan berlari kembali.. (salah satu status fb) Status fb dengan batasan maksimal 160 karakter, tulisan yang sangat singkat, tapi ketika digali maknanya bisa sangat dalam. Seperti status yang ak post beberapa hari yang lalu. Suatu titik kesadaranku yang dengan telaknya meninju ulu hati sampai lebam. Ya, bagaimana tidak lebam ketika merasa terasing sendiri, kehilangan konvoi sosial tanpa disadari.. Proksimitas, aku merindukanmu begitu terpendam. Jarak yang begitu jauh terasa menyesakkan, dan rutinitas semakin menambah panjang saja jarak yang tercipta. Jarak bukan lagi sekedar jarak secara fisik dan ruang, tapi juga merenggangnya kelekatan dan semakin habisnya komunikasi dilahap oleh rutinitas yang membuatku melupakan komunikasi. Dan beginilah akibatnya, aku kehilangan sekian banyak teman-teman yan...