sudah semangat ke perpus, sesampai di perpus sudah mengisi buku tamu, lalu si ibuk berkata: "mbak, perpus tutup jam setengah 12." saya melongo banget, menengok jam sudah pukul 11. "ah ya sudah buk. nggak jadi aja." kata saya kecewa.
bingung akan mengerjakan dimana. akhirnya memutuskan makan terlebih dahulu. lalu opsi-opsi bermunculan: perpus pusat, perpus kota, djendelo. saya memutuskan ke djendelo saja. tapi karena udara sangat panas dan djendelo tiada ber ac, maka saya memutuskan pulang dulu. mengerjakan di kost yang adem dengan kipas angin yang setia menyemilirkan anginnya. baru nanti selepas sholat dhuhur, sekitar jam 2 saya akan berangkat ke djendelo, sudah terbayang-bayang es coklatnya dan lezatnya pukis mang tosir. itu yang ada di benak saya.
sampai sudah di kos. kopi memang pahit tuan, tapi tidak lebih pahit dari siang ini. lampu kos mati saudara-saudara. hell!
bingung akan mengerjakan dimana. akhirnya memutuskan makan terlebih dahulu. lalu opsi-opsi bermunculan: perpus pusat, perpus kota, djendelo. saya memutuskan ke djendelo saja. tapi karena udara sangat panas dan djendelo tiada ber ac, maka saya memutuskan pulang dulu. mengerjakan di kost yang adem dengan kipas angin yang setia menyemilirkan anginnya. baru nanti selepas sholat dhuhur, sekitar jam 2 saya akan berangkat ke djendelo, sudah terbayang-bayang es coklatnya dan lezatnya pukis mang tosir. itu yang ada di benak saya.
sampai sudah di kos. kopi memang pahit tuan, tapi tidak lebih pahit dari siang ini. lampu kos mati saudara-saudara. hell!
Komentar
Posting Komentar