Langsung ke konten utama

saya ngaku saya galau

kemarin saya nonton drama korea, ini tidak seperti saya biasanya yah. temen kos saya saja pada heran tau saya nonton drama korea non-stop sampai gak tidur.  yah, ini semacam pengakuan dosa juga sih hehe

abis nonton ini, rasanya nggak enak banget.  mood jelek, dan mungkin istilah galau benar-benar pas buat disematkan.  sebenarnya, masih nggak tahu juga apa penyebabnya.  gara-gara ceritanya kah? gara-gara kurang tidurkah? atau gara-gara perasaan bersalah karena tidak juga menyelesaikan tugas kesmen tapi malah begadangan nonton?  mungkin semuanya berkombinasi menghasilkan mood jelek ini.

tadi pas pembekalan kkn, saya sempat ngobrol panjang lebar selama satu sesi sama seorang teman.  entah kenapa, saat itu saya los saja berkata begini: "mungkin saat ini need of affection saya sedang tinggi.  kemarin abis nonton film, jadi ngrasa, enak kali ya punya orang yang care banget sama kita, yang menjadikan kita sebagai prioritas utamanya.  tapi ketika menemukan orang itu, ketakutan terbesarku adalah aku menjadi orang yang dependen bersama orang itu."

lega sekali setelah mengatakan itu pada seseorang.

yah saat ini saya benar-benar ingin terlihat spesial di mata seseorang.  saya ingin menjadi sebuah alasan yang membuatnya bahagia.  saya juga ingin mempunyai seseorang istimewa di hati, yang bisa membuat saya melambung tinggi, sekaligus menjatuhkan, lalu membuat saya bangkit lagi.  tapi ketika saya bertemu orang itu, mendapat banyak perlakuan menyenangkan, saya takut saya menjadi terlalu terbiasa dengannya.  saya takut kehilangan kemandirian.  mungkin, yang paling saya takutkan adalah kehilangan sosok itu suatu ketika. sebenarnya, saya rindu jatuh cinta.  tapi saya belum siap kehilangan.  seseorang pernah bilang sesuatu yang kemudian saya tangkap begini:  bahwa ketika kamu merasa siap untuk jatuh cinta, kamu juga harus siap untuk patah hati.  ah dunia, ia adalah tentang kebalikan, segala kebalikan..

wah, saya jadi berpikir, bahkan ketika saya sudah merasa siap untuk jatuh cinta dan patah hati, apakah itu juga adalah momen dimana saya menemukan orang yang terasa tepat?

bukankah ini benar-benar galau? mehehe :p

Komentar

Postingan populer dari blog ini

birthday

sekarang sudah tanggal 8 agustus. 2 hari lalu adalah 6 agustus. hari yang biasanya saya nanti sejak satu minggu sebelumnya. lalu anehnya, saya melupakannya begitu saja. lupa selupa lupanya. bahkan kalau saya nggak buka fb hari ini pun, saya yakin saya gak inget inget juga. kalo 6 agustus kamu ulang tahun. ritual tahunanku dengan mendoakanmu dalam hening tanpa kebingaran, luput juga tahun ini. semuanya terasa aneh. saya bingung. saya senang karena sepertinya saya sudah benar-benar terbebas. sekaligus sedih, kenapa terbebas itu sepertinya identik dengan melupakan. tak bisakah saya terbebas dengan tetap mengingatmu. menunjukkan betapa ikhlas saya tentang kamu, apapun itu. ah ikhlas, bukankah itu adalah tahap yang sangat sulit untuk dicengkeram, bahkan sekedar digenggam ataupun diletakkan di atas telapak tangan?

Berpulang Pada Kalian

Tanpa sadar aku telah merangkak keluar dari kehidupan orang-orang yang aku sayangi. Dan ketika jarak terasa semakin jauh, seandainya bisa, aku akan berlari kembali.. (salah satu status fb) Status fb dengan batasan maksimal 160 karakter, tulisan yang sangat singkat, tapi ketika digali maknanya bisa sangat dalam. Seperti status yang ak post beberapa hari yang lalu. Suatu titik kesadaranku yang dengan telaknya meninju ulu hati sampai lebam. Ya, bagaimana tidak lebam ketika merasa terasing sendiri, kehilangan konvoi sosial tanpa disadari.. Proksimitas, aku merindukanmu begitu terpendam. Jarak yang begitu jauh terasa menyesakkan, dan rutinitas semakin menambah panjang saja jarak yang tercipta. Jarak bukan lagi sekedar jarak secara fisik dan ruang, tapi juga merenggangnya kelekatan dan semakin habisnya komunikasi dilahap oleh rutinitas yang membuatku melupakan komunikasi. Dan beginilah akibatnya, aku kehilangan sekian banyak teman-teman yan...

menghidupkan hidup

tak bisa dipungkiri, akhir-akhir ini saya benar-benar sedang mencintai dan menikmati kehidupan yang tengah berjalan. walaupun mungkin memang, saya semakin kehilangan waktu luang untuk sekedar bermain dan berkeliling. yah, seperti kehidupan saya di semester 3 kemarin sebenarnya. namun, ada yang berbeda di sini. di semester 3 saya tidak bisa menikmati semua kegiatan yang mayoritas dipenuhi dengan mengerjakan praktikum. and truly, that's suck. saya nggak rela kehilangan waktu bermain dan berkeliling yang saya gemari karena praktikum. tapi, lain dengan sekarang, karena apa yang saya jalani saat ini adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. saya semakin enjoy dengan proses kuliah di psikologi. semakin banyak hal menarik yang didapat di perkuliahan ini. rasa tertarik yang kemudian menumbuhkan motivasi intrinsik untuk belajar secara mandiri. sungguh, ini adalah sebuah pencapaian bagi saya. ketika saya menikmati proses pembelajaran, ketika saya didorong oleh keingintahuan, ketika ...