Langsung ke konten utama

Kelahiran dan nasib seekor kappa

saya baru saja merampungkan sebuah novel yang ditulis oleh Ryunosuke Akutagawa, yaitu Kappa. sungguh, novel ini memang sebuah novel satir. banyak hal di novel ini yang membuat saya tersenyum tipis, yah tipikal senyum saat membaca sesuatu berbau satir. pasti terbayangkanlah ya.

ada sebuah satir yang ingin saya sharekan di sini. tentang kelahiran dan nasib untuk dilahirkan. menarik sekali, ini kutipannya:

seperti halnya yang kita lakukan, kappa memanggil seorang dokter atau perawat untuk mambantu proses kelahiran. namun, tepat sebelum anak itu lahir, sang ayah-mirip seperti ketika ia sedang menelepon- meletakkan mulutnya pada vagina si ibu dan bertanya dengan suara yang keras: apakau benar-benar ingin dilahirkan ke dunia ini? pikirkan masak-masak sebelum kau jawab.

Bag mengikuti kebiasaan ini:; berlutut di lantai sehingga mulutnya sejajar dengan vagina istrinya, ia mengulang pertanyaannya berulang kali. dan setelahnya ia berkumur dengan cairan pembersih kuman yang terletak di atas meja.

bayangkan saja seorang ayah yang harus menanyakan hal seperti itu pada calon bayinya. itu pasti sebuah kondisi yang sangat menekan bagi seorang ayah. dan ini juga sebuah kejadian yang sangat menentukan bagi si calon bayi. keputusan untuk menjalankan kehidupan atau menolaknya. mari kita teruskan kelanjutannya, seperti apa jawaban si bakal bayi Bag ini.

kemudian terdengar jawaban si bayi dari dalam rahim ibunya; tampaknya tidak ada sedikit pun keberatan, suara itu lemah dan ragu-ragu: aku tidak ingin dilahirkan. alasan pertama, aku merasa jijik memikirkan bahwa aku harus mewarisi sesuatu dari bapakku-kegilaan itu sendiri sudah cukup buruk. dan faktor lainnya adalah karena aku menganggap keberadaa seekor kappa adalah suatu kejahatan.
fiuh. jawaban yang sangat mengagetkan pastinya. seandainya saya menjadi bag, apa yang akan saya lakukan? tak terbayangkan. dan seandainya saya adalah si bakal bayi, jawaban apa yang akan saya berikan? semakin tak terbayangkan. tapi ini bukan tentang saya, ini tentang dunia kappa. jadi, mari kita lanjutkan cerita ini.

jawaban ini sangat mempermalukan Bag, ia mulai menggaruk-garuk kepala. perawat yang dipanggil untuk membantu proses kelahiran dengan cekatan menyalurkan semacam larutan ke dalam rahim istrinya lewat pipa kaca tebal yang dimasukkan ke dalam vagina istrinya. istri bag kelihatan tenang dan lega, itu tampak dari tarikan nafasnya yang panjang dan dalam. pada saat yang sama, perutnya yang asalnya mengembung, mulai mengkerut dan lemas seperti balon yang kempis.

hahaha. sekian. silahkan interpretasi sendiri. saya sudah menginterpretasikannya, tapi ingin menyimpannya saja di sebuah ruang di otak saya. semoga mulut dan jari berkompromi tidak membocorkannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

menghidupkan hidup

tak bisa dipungkiri, akhir-akhir ini saya benar-benar sedang mencintai dan menikmati kehidupan yang tengah berjalan. walaupun mungkin memang, saya semakin kehilangan waktu luang untuk sekedar bermain dan berkeliling. yah, seperti kehidupan saya di semester 3 kemarin sebenarnya. namun, ada yang berbeda di sini. di semester 3 saya tidak bisa menikmati semua kegiatan yang mayoritas dipenuhi dengan mengerjakan praktikum. and truly, that's suck. saya nggak rela kehilangan waktu bermain dan berkeliling yang saya gemari karena praktikum. tapi, lain dengan sekarang, karena apa yang saya jalani saat ini adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. saya semakin enjoy dengan proses kuliah di psikologi. semakin banyak hal menarik yang didapat di perkuliahan ini. rasa tertarik yang kemudian menumbuhkan motivasi intrinsik untuk belajar secara mandiri. sungguh, ini adalah sebuah pencapaian bagi saya. ketika saya menikmati proses pembelajaran, ketika saya didorong oleh keingintahuan, ketika ...

ketakutan irasional

pernahkah merasakan rasa takut sebelum mencoba sesuatu? pesimisme yang membuncah, kegamangan untuk melangkah, ketidakyakinan pada kekuatan sendiri, serasa ingin mati saja daripada menjalani sesuatu itu? orang bilang, menyerah sebelum berperang. padahal itu semua hanya karena omongan orang betapa mengerikannya medan laga yang harus dihadapi. omongan orang yang menghambatmu untuk optimis dan berbahagia dengan jalan yang akan ditempuh. begitu juga untuk urusan akademis. saya pernah mengalaminya berkali-kali, tapi yang teringat jelas dan sangat berkesan hanya ada dua. pertama, saat semester 3 di depan mata. semester paling hectic dan paling capek sepanjang perkuliahan. dua mata kuliah praktikum, dan itu errr menghabiskan waktu mainmu. saya ketakutan sekali, merasa tidak akan mampu melewatinya dengan selamat. ketakutan irasional yang membayang tak terelakkan. lalu hasilnya? saya masih hidup, selamat sampai tujuan dengan hasil memuaskan. ip melonjak cukup tinggi dibanding sem...

Berpulang Pada Kalian

Tanpa sadar aku telah merangkak keluar dari kehidupan orang-orang yang aku sayangi. Dan ketika jarak terasa semakin jauh, seandainya bisa, aku akan berlari kembali.. (salah satu status fb) Status fb dengan batasan maksimal 160 karakter, tulisan yang sangat singkat, tapi ketika digali maknanya bisa sangat dalam. Seperti status yang ak post beberapa hari yang lalu. Suatu titik kesadaranku yang dengan telaknya meninju ulu hati sampai lebam. Ya, bagaimana tidak lebam ketika merasa terasing sendiri, kehilangan konvoi sosial tanpa disadari.. Proksimitas, aku merindukanmu begitu terpendam. Jarak yang begitu jauh terasa menyesakkan, dan rutinitas semakin menambah panjang saja jarak yang tercipta. Jarak bukan lagi sekedar jarak secara fisik dan ruang, tapi juga merenggangnya kelekatan dan semakin habisnya komunikasi dilahap oleh rutinitas yang membuatku melupakan komunikasi. Dan beginilah akibatnya, aku kehilangan sekian banyak teman-teman yan...