Adalah sebuah sitcom dengan salah satu karakter sebagai seorang dokter residen. Sebuah kehidupan yang sangat sibuk dan terfokus. Antara rumah sakit, membaca buku, mengerjakan tugas, dan berdiskusi. Semuanya tentang dunia kedokteran. Medical students work really hard.
Hari kemarin mengantar adik mencari kos yang memang mayoritas untuk anak kedokteran. and they really work hard. Di salah satu kos yang memiliki ruang bersama suasananya sangat berantakan. Laptop menyala, buku bertumpuk-tumpuk, beberapa dalam keadaan terbuka. Dan, itu masih h+7 lebaran. Kemudian seseorang bercerita bahwa seperti itulah anak kedokteran. waktu pulang yang tidak menentu, belajar sebagai kebiasaan, hanya sedikit waktu untuk bermain. Dan aku menaruh hormat pada mereka. Tidak mengherankan sebetulnya karena mereka yang masuk kedokteran adalah umat pilihan yang sudah dianugrahi otak cerdas dan punya kemauan mendayagunakan potensinya.
Namun memang seperti itulah mereka seharusnya karena mereka akan bekerja untuk manusia secara individual. Untuk sesuatu yang berhubungan dengan nyawa, baik situasi krisis ataupun sakit ringan yang bila tidak ditangani atau salah penanganan dapat berujung pada situasi krisis juga. I got a goosebump.
Sementara itu aku belajar tentang psikologi yang juga sangat bersangkut paut dengan manusia, kesehatan mental yang bisa berakhir pada nyawa pula. Terlebih minatku adalah psikologi klinis. Lalu apa yang membuatku dan teman-teman psikologi lain tidak bekerja sekeras mereka? then, I will study as hard as medical students because of the huge responbility. I hope I could attend magister degree for clinical psychology next year and dedicate myself in this field passionately. Dear God :) Amin..
Hari kemarin mengantar adik mencari kos yang memang mayoritas untuk anak kedokteran. and they really work hard. Di salah satu kos yang memiliki ruang bersama suasananya sangat berantakan. Laptop menyala, buku bertumpuk-tumpuk, beberapa dalam keadaan terbuka. Dan, itu masih h+7 lebaran. Kemudian seseorang bercerita bahwa seperti itulah anak kedokteran. waktu pulang yang tidak menentu, belajar sebagai kebiasaan, hanya sedikit waktu untuk bermain. Dan aku menaruh hormat pada mereka. Tidak mengherankan sebetulnya karena mereka yang masuk kedokteran adalah umat pilihan yang sudah dianugrahi otak cerdas dan punya kemauan mendayagunakan potensinya.
Namun memang seperti itulah mereka seharusnya karena mereka akan bekerja untuk manusia secara individual. Untuk sesuatu yang berhubungan dengan nyawa, baik situasi krisis ataupun sakit ringan yang bila tidak ditangani atau salah penanganan dapat berujung pada situasi krisis juga. I got a goosebump.
Sementara itu aku belajar tentang psikologi yang juga sangat bersangkut paut dengan manusia, kesehatan mental yang bisa berakhir pada nyawa pula. Terlebih minatku adalah psikologi klinis. Lalu apa yang membuatku dan teman-teman psikologi lain tidak bekerja sekeras mereka? then, I will study as hard as medical students because of the huge responbility. I hope I could attend magister degree for clinical psychology next year and dedicate myself in this field passionately. Dear God :) Amin..
Komentar
Posting Komentar