Hidup adalah sebuah pilihan yang seharusnya dijalani secara sadar dan bertujuan.
Tujuan adalah visi. Dalam artian, seperti apa akan menjadi di masa depan. Seharusnya, visi ini adalah tujuan-tujuan jangka panjang. Visi adalah sebuah mimpi yang terasa benar-benar berjarak dengan realitas kekinian. Oleh sebab itu, perlu disadari pula bahwa visi bukanlah sesuatu yang diletakkan di depan mata, tapi di batas cakrawala pandangan. Ia tidak selayaknya begitu dekat hingga mudah digapai tangan, ia tidak bisa terlalu jauh hingga tak tampak. Visi bukanlah suatu tujuan yang sifatnya konkrit. Visi merupakan suatu konsepsi abstrak yang ingin dicapai di masa depan, yang memungkinkan kita untuk terus berkembang.
Berkelindan dengan visi, ada misi yang juga seharusnya dicanangkan. Singkatnya, misi merupakan usaha-usaha yang akan dilakukan untuk meraih visi. Misi adalah jalan yang pada intinya haruslah berakhir pada visi sebagai tujuan. Dengan demikian, selalu ada berbagai kemungkinan jalan yang bisa diambil untuk mendekati visi. Selanjutnya, adalah sebuah pilihan untuk menggunakan atau menumbangkan berbagai alternatif yang ada. Dalam hal ini, misi seharusnya berbentuk usaha yang sifatnya konkrit.
Visi dan misi seringnya ditemukan dalam konteks organisasi, perusahaan, atau institusi. Namun, visi dan misi pun seharusnya juga diberlakukan pada diri yang bersifat personal, sebab individu hendaknya punya pengetahuan tentang tujuan dan pengertian terhadap perjalanan hidupnya.
Dalam tataran personal, visi dimaksudkan untuk memberikan makna terhadap kehidupan itu sendiri. Makna inilah yang membedakan hidup tiap individu, sebab pada akhirnya individu akan tahu peranan apa yang akan diberikannya pada dunia. Seseorang bisa saja memiliki visi yang berfokus pada kemanusiaan, sedang lainnya lebih menitikberatkan pada kelangsungan alam. Di pihak lain bisa jadi memantapkan pandangan dalam hal kesejahteraan atau keadilan. Dengan demikian, seseorang tahu dimana tempatnya di dunia. Seseorang tahu ia punya arti bagi dunia, sekecil apapun itu. Melalui visi seseorang tahu potensi apa yang bisa dikembangkannya, sekaligus tahu akan keterbatasan dirinya. Sementara itu, misi mengkonversi visi ideologis ini dalam tindakan nyata. Sesuatu yang bergumul dalam pikiran hendaknya mendapatkan penyaluran untuk bisa benar-benar bergerak ke luar diri dan memberikan manfaat yang nyata.
Pertanyaan selanjutnya yang harus dijawab tiap orang adalah apakah visi dan misimu?
Komentar
Posting Komentar