Langsung ke konten utama

Memaknai Hidup dari Visi dan Misi

Hidup adalah sebuah pilihan yang seharusnya dijalani secara sadar dan bertujuan.

Tujuan adalah visi. Dalam artian, seperti apa akan menjadi di masa depan. Seharusnya, visi ini adalah tujuan-tujuan jangka panjang. Visi adalah sebuah mimpi yang terasa benar-benar berjarak dengan realitas kekinian. Oleh sebab itu, perlu disadari pula bahwa visi bukanlah sesuatu yang diletakkan di depan mata, tapi di batas cakrawala pandangan. Ia tidak selayaknya begitu dekat hingga mudah digapai tangan, ia tidak bisa terlalu jauh hingga tak tampak. Visi bukanlah suatu tujuan yang sifatnya konkrit. Visi merupakan suatu konsepsi abstrak yang ingin dicapai di masa depan, yang memungkinkan kita untuk terus berkembang.

Berkelindan dengan visi, ada misi yang juga seharusnya dicanangkan. Singkatnya, misi merupakan usaha-usaha yang akan dilakukan untuk meraih visi. Misi adalah jalan yang pada intinya haruslah berakhir pada visi sebagai tujuan. Dengan demikian, selalu ada berbagai kemungkinan jalan yang bisa diambil untuk mendekati visi. Selanjutnya, adalah sebuah pilihan untuk menggunakan atau menumbangkan berbagai alternatif yang ada. Dalam hal ini, misi seharusnya berbentuk usaha yang sifatnya konkrit.

Visi dan misi seringnya ditemukan dalam konteks organisasi, perusahaan, atau institusi. Namun, visi dan misi pun seharusnya juga diberlakukan pada diri yang bersifat personal, sebab individu hendaknya punya pengetahuan tentang tujuan dan pengertian terhadap perjalanan hidupnya.

Dalam tataran personal, visi dimaksudkan untuk memberikan makna terhadap kehidupan itu sendiri. Makna inilah yang membedakan hidup tiap individu, sebab pada akhirnya individu akan tahu peranan apa yang akan diberikannya pada dunia. Seseorang bisa saja memiliki visi yang berfokus pada kemanusiaan, sedang lainnya lebih menitikberatkan pada kelangsungan alam. Di pihak lain bisa jadi memantapkan pandangan dalam hal kesejahteraan atau keadilan. Dengan demikian, seseorang tahu dimana tempatnya di dunia. Seseorang tahu ia punya arti bagi dunia, sekecil apapun itu. Melalui visi seseorang tahu potensi apa yang bisa dikembangkannya, sekaligus tahu akan keterbatasan dirinya. Sementara itu, misi mengkonversi visi ideologis ini dalam tindakan nyata. Sesuatu yang bergumul dalam pikiran hendaknya mendapatkan penyaluran untuk bisa benar-benar bergerak ke luar diri dan memberikan manfaat yang nyata.

Pertanyaan selanjutnya yang harus dijawab tiap orang adalah apakah visi dan misimu?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

menghidupkan hidup

tak bisa dipungkiri, akhir-akhir ini saya benar-benar sedang mencintai dan menikmati kehidupan yang tengah berjalan. walaupun mungkin memang, saya semakin kehilangan waktu luang untuk sekedar bermain dan berkeliling. yah, seperti kehidupan saya di semester 3 kemarin sebenarnya. namun, ada yang berbeda di sini. di semester 3 saya tidak bisa menikmati semua kegiatan yang mayoritas dipenuhi dengan mengerjakan praktikum. and truly, that's suck. saya nggak rela kehilangan waktu bermain dan berkeliling yang saya gemari karena praktikum. tapi, lain dengan sekarang, karena apa yang saya jalani saat ini adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. saya semakin enjoy dengan proses kuliah di psikologi. semakin banyak hal menarik yang didapat di perkuliahan ini. rasa tertarik yang kemudian menumbuhkan motivasi intrinsik untuk belajar secara mandiri. sungguh, ini adalah sebuah pencapaian bagi saya. ketika saya menikmati proses pembelajaran, ketika saya didorong oleh keingintahuan, ketika ...

ketakutan irasional

pernahkah merasakan rasa takut sebelum mencoba sesuatu? pesimisme yang membuncah, kegamangan untuk melangkah, ketidakyakinan pada kekuatan sendiri, serasa ingin mati saja daripada menjalani sesuatu itu? orang bilang, menyerah sebelum berperang. padahal itu semua hanya karena omongan orang betapa mengerikannya medan laga yang harus dihadapi. omongan orang yang menghambatmu untuk optimis dan berbahagia dengan jalan yang akan ditempuh. begitu juga untuk urusan akademis. saya pernah mengalaminya berkali-kali, tapi yang teringat jelas dan sangat berkesan hanya ada dua. pertama, saat semester 3 di depan mata. semester paling hectic dan paling capek sepanjang perkuliahan. dua mata kuliah praktikum, dan itu errr menghabiskan waktu mainmu. saya ketakutan sekali, merasa tidak akan mampu melewatinya dengan selamat. ketakutan irasional yang membayang tak terelakkan. lalu hasilnya? saya masih hidup, selamat sampai tujuan dengan hasil memuaskan. ip melonjak cukup tinggi dibanding sem...

Berpulang Pada Kalian

Tanpa sadar aku telah merangkak keluar dari kehidupan orang-orang yang aku sayangi. Dan ketika jarak terasa semakin jauh, seandainya bisa, aku akan berlari kembali.. (salah satu status fb) Status fb dengan batasan maksimal 160 karakter, tulisan yang sangat singkat, tapi ketika digali maknanya bisa sangat dalam. Seperti status yang ak post beberapa hari yang lalu. Suatu titik kesadaranku yang dengan telaknya meninju ulu hati sampai lebam. Ya, bagaimana tidak lebam ketika merasa terasing sendiri, kehilangan konvoi sosial tanpa disadari.. Proksimitas, aku merindukanmu begitu terpendam. Jarak yang begitu jauh terasa menyesakkan, dan rutinitas semakin menambah panjang saja jarak yang tercipta. Jarak bukan lagi sekedar jarak secara fisik dan ruang, tapi juga merenggangnya kelekatan dan semakin habisnya komunikasi dilahap oleh rutinitas yang membuatku melupakan komunikasi. Dan beginilah akibatnya, aku kehilangan sekian banyak teman-teman yan...