normalkah mempertanyakan
apakah benar kita mempunyai kebebasan penuh untuk membentuk nasib dan perjalanan hidup sendiri?
aku pikir tidak sepenuhnya.
bertolak pada kisah kappa
sesungguhnya merekalah yang memiliki kebebasan penuh,
mungkin tidak terlalu penuh, tapi melebihi apa yang dimiliki manusia
mereka, para kappa diperbolehkan untuk memilih apakah ia mau dilahirkan ataukah tidak
sedangkan manusia?
mungkin kebebasan itu diberikan bukan pada anak manusia yang akan menjalani kehidupan itu sendiri
tapi pada orang tuanya, atau orang dewasa lainnya
aborsi, siapakah yang memilih?
pengguguran janin usia 3-4 minggu yang dideteksi menderita kelainan, siapakah yang memilih?
siapakah yang mencanangkan? siapakah yang melegalkan?
manusia, ia dilahirkan di suatu tempat tertentu pada waktu tertentu
ia kemudian akan terikat dengan tempat dan waktu
ia akan terikat pada sistem yang lebih makro tinimbang entitasnya yang sangat mikro
ia akan bergulat dengan budaya, nilai-nilai, sistem politik, keadaan ekonomi, agama, dan hal lainnya
yang telah diputuskan sebelumnya, tanpa ia mempunyai daya untuk menggugat dan memilih sebuah tempat dan waktu yang lebih baik
menurutku, manusia telah mempunyai basis yang berbeda-beda untuk mengukirkan jalan hidupnya
basis berbeda yang akan membawa pada peluang dan jalan yang berbeda pula
ah manusia
entahlah apa itu sebuah kesialan atau mungkin keberuntungan tak terhingga yang belum terpahamkan?
apakah benar kita mempunyai kebebasan penuh untuk membentuk nasib dan perjalanan hidup sendiri?
aku pikir tidak sepenuhnya.
bertolak pada kisah kappa
sesungguhnya merekalah yang memiliki kebebasan penuh,
mungkin tidak terlalu penuh, tapi melebihi apa yang dimiliki manusia
mereka, para kappa diperbolehkan untuk memilih apakah ia mau dilahirkan ataukah tidak
sedangkan manusia?
mungkin kebebasan itu diberikan bukan pada anak manusia yang akan menjalani kehidupan itu sendiri
tapi pada orang tuanya, atau orang dewasa lainnya
aborsi, siapakah yang memilih?
pengguguran janin usia 3-4 minggu yang dideteksi menderita kelainan, siapakah yang memilih?
siapakah yang mencanangkan? siapakah yang melegalkan?
manusia, ia dilahirkan di suatu tempat tertentu pada waktu tertentu
ia kemudian akan terikat dengan tempat dan waktu
ia akan terikat pada sistem yang lebih makro tinimbang entitasnya yang sangat mikro
ia akan bergulat dengan budaya, nilai-nilai, sistem politik, keadaan ekonomi, agama, dan hal lainnya
yang telah diputuskan sebelumnya, tanpa ia mempunyai daya untuk menggugat dan memilih sebuah tempat dan waktu yang lebih baik
menurutku, manusia telah mempunyai basis yang berbeda-beda untuk mengukirkan jalan hidupnya
basis berbeda yang akan membawa pada peluang dan jalan yang berbeda pula
ah manusia
entahlah apa itu sebuah kesialan atau mungkin keberuntungan tak terhingga yang belum terpahamkan?
Komentar
Posting Komentar