Langsung ke konten utama

nasib

normalkah mempertanyakan
apakah benar kita mempunyai kebebasan penuh untuk membentuk nasib dan perjalanan hidup sendiri?
aku pikir tidak sepenuhnya.
bertolak pada kisah kappa
sesungguhnya merekalah yang memiliki kebebasan penuh,
mungkin tidak terlalu penuh, tapi melebihi apa yang dimiliki manusia
mereka, para kappa diperbolehkan untuk memilih apakah ia mau dilahirkan ataukah tidak
sedangkan manusia?
mungkin kebebasan itu diberikan bukan pada anak manusia yang akan menjalani kehidupan itu sendiri
tapi pada orang tuanya, atau orang dewasa lainnya
aborsi, siapakah yang memilih?
pengguguran janin usia 3-4 minggu yang dideteksi menderita kelainan, siapakah yang memilih?
siapakah yang mencanangkan? siapakah yang melegalkan?
manusia, ia dilahirkan di suatu tempat tertentu pada waktu tertentu
ia kemudian akan terikat dengan tempat dan waktu
ia akan terikat pada sistem yang lebih makro tinimbang entitasnya yang sangat mikro
ia akan bergulat dengan budaya, nilai-nilai, sistem politik, keadaan ekonomi, agama, dan hal lainnya
yang telah diputuskan sebelumnya, tanpa ia mempunyai daya untuk menggugat dan memilih sebuah tempat dan waktu yang lebih baik
menurutku, manusia telah mempunyai basis yang berbeda-beda untuk mengukirkan jalan hidupnya
basis berbeda yang akan membawa pada peluang dan jalan yang berbeda pula
ah manusia
entahlah apa itu sebuah kesialan atau mungkin keberuntungan tak terhingga yang belum terpahamkan?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

birthday

sekarang sudah tanggal 8 agustus. 2 hari lalu adalah 6 agustus. hari yang biasanya saya nanti sejak satu minggu sebelumnya. lalu anehnya, saya melupakannya begitu saja. lupa selupa lupanya. bahkan kalau saya nggak buka fb hari ini pun, saya yakin saya gak inget inget juga. kalo 6 agustus kamu ulang tahun. ritual tahunanku dengan mendoakanmu dalam hening tanpa kebingaran, luput juga tahun ini. semuanya terasa aneh. saya bingung. saya senang karena sepertinya saya sudah benar-benar terbebas. sekaligus sedih, kenapa terbebas itu sepertinya identik dengan melupakan. tak bisakah saya terbebas dengan tetap mengingatmu. menunjukkan betapa ikhlas saya tentang kamu, apapun itu. ah ikhlas, bukankah itu adalah tahap yang sangat sulit untuk dicengkeram, bahkan sekedar digenggam ataupun diletakkan di atas telapak tangan?

Berpulang Pada Kalian

Tanpa sadar aku telah merangkak keluar dari kehidupan orang-orang yang aku sayangi. Dan ketika jarak terasa semakin jauh, seandainya bisa, aku akan berlari kembali.. (salah satu status fb) Status fb dengan batasan maksimal 160 karakter, tulisan yang sangat singkat, tapi ketika digali maknanya bisa sangat dalam. Seperti status yang ak post beberapa hari yang lalu. Suatu titik kesadaranku yang dengan telaknya meninju ulu hati sampai lebam. Ya, bagaimana tidak lebam ketika merasa terasing sendiri, kehilangan konvoi sosial tanpa disadari.. Proksimitas, aku merindukanmu begitu terpendam. Jarak yang begitu jauh terasa menyesakkan, dan rutinitas semakin menambah panjang saja jarak yang tercipta. Jarak bukan lagi sekedar jarak secara fisik dan ruang, tapi juga merenggangnya kelekatan dan semakin habisnya komunikasi dilahap oleh rutinitas yang membuatku melupakan komunikasi. Dan beginilah akibatnya, aku kehilangan sekian banyak teman-teman yan...

menghidupkan hidup

tak bisa dipungkiri, akhir-akhir ini saya benar-benar sedang mencintai dan menikmati kehidupan yang tengah berjalan. walaupun mungkin memang, saya semakin kehilangan waktu luang untuk sekedar bermain dan berkeliling. yah, seperti kehidupan saya di semester 3 kemarin sebenarnya. namun, ada yang berbeda di sini. di semester 3 saya tidak bisa menikmati semua kegiatan yang mayoritas dipenuhi dengan mengerjakan praktikum. and truly, that's suck. saya nggak rela kehilangan waktu bermain dan berkeliling yang saya gemari karena praktikum. tapi, lain dengan sekarang, karena apa yang saya jalani saat ini adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. saya semakin enjoy dengan proses kuliah di psikologi. semakin banyak hal menarik yang didapat di perkuliahan ini. rasa tertarik yang kemudian menumbuhkan motivasi intrinsik untuk belajar secara mandiri. sungguh, ini adalah sebuah pencapaian bagi saya. ketika saya menikmati proses pembelajaran, ketika saya didorong oleh keingintahuan, ketika ...