Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Trilogi Warna: Review Singkat

Judul : Trilogi Warna Pengarang : Kim Dong Hwa Penerbit : Gramedia Pustaka Utama -- Trilogi Warna merupakan kisah tentang perempuan dari dua generasi berbeda, Ehwa dan ibunya yang seorang janda. Ehwa merupakan gadis cilik yang sedang bertumbuh dewasa. Seiring dengan itu, Ehwa mulai menyadari seksualitasnya dan meresapi dirinya sebagai seorang perempuan. Hal ini tentunya tidaklah lepas dari peran Ibunya dalam mendampingi Ehwa menghadapi kedewasaannya. Selain itu, Ehwa pun mulai mengenal dan belajar memahami apa itu cinta. Uniknya, pada saat yang sama ibu Ehwa juga sedang jatuh cinta pada tukang gambar keliling meski di usianya yang semakin tua. Keduanya kemudian saling berbagi rasa dan cerita tentang perasaan cintanya dengan menggunakan berbagai unsur alam sebagai objek simbolisasi, seperti bunga, kupu-kupu,hujan, bulan hingga angin. Kisah Ehwa dan ibunya mengambil latar belakang kehidupan di Korea pada akhir abad ke-19. Dalam trilogi ini banyak ditemukan berbagai pandangan masyarakat K...

Apa kabar? (part I)

Halo Novia, apa kabarmu hari ini? Minggu ini? Bulan ini? Tahun ini? Menyapa diri sendiri melalui tulisan sudah lama sekali tidak pernah kulakukan. Rasanya aku hanya tenggelam dalam aktivitas dan aktivitas tanpa memberi kesempatan untuk sengaja berhenti sejenak dan bercermin pada diri sendiri. Berefleksi seperti sebuah kemewahan saja. Hasilnya, aku bosan. Aku tidak merasakan adanya pertumbuhan diri. Kehidupanku tidal lagi terasa rewarding.  Sebenarnya sejak tahun 2014 bermulai, berbagai hal hebat terjadi dan bergumul dalam diriku sendiri. Pertama, aku menyelesaikan skripsiku setelah nyaris selama setahun bergulat dengannya. Perjalananku menuju titik akhir kesarjanaanku benar-benar berakhir. Aku merasa bangga pada diriku sendiri. Aku tahu aku adalah orang yang suka belajar. Aku punya locus internal. Aku mampu mengeset standarku sendiri dan bergerak secara mandiri. Meskipun dosen pembimbingku termasuk tak acuh, aku masih bisa menjaga semangatku untuk terus menyelesaikan skripsiku....

Memaknai Hidup dari Visi dan Misi

Hidup adalah sebuah pilihan yang seharusnya dijalani secara sadar dan bertujuan. Tujuan adalah visi. Dalam artian, seperti apa akan menjadi di masa depan. Seharusnya, visi ini adalah tujuan-tujuan jangka panjang. Visi adalah sebuah mimpi yang terasa benar-benar berjarak dengan realitas kekinian. Oleh sebab itu, perlu disadari pula bahwa visi bukanlah sesuatu yang diletakkan di depan mata, tapi di batas cakrawala pandangan. Ia tidak selayaknya begitu dekat hingga mudah digapai tangan, ia tidak bisa terlalu jauh hingga tak tampak. Visi bukanlah suatu tujuan yang sifatnya konkrit. Visi merupakan suatu konsepsi abstrak yang ingin dicapai di masa depan, yang memungkinkan kita untuk terus berkembang. Berkelindan dengan visi, ada misi yang juga seharusnya dicanangkan. Singkatnya, misi merupakan usaha-usaha yang akan dilakukan untuk meraih visi. Misi adalah jalan yang pada intinya haruslah berakhir pada visi sebagai tujuan. Dengan demikian, selalu ada berbagai kemungkinan jalan yang b...