Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2013

kecewa

Aku tahu sebenarnya diam yang aku pilih sekarang tidak membawaku ke arah yang lebih baik, lebih buruk malah.  Aku tahu rasa kecewa dan marah yang telah lama terselubungi, berhasil menyelinap ke luar menampakkan wujudnya secara nyata.  Ia tidak lagi sekedar menyingkap lalu mengintip, memberiku tanda bahwa ia ada di bawah sana.  Berkerukup selimut keseharian yang menyibukkan. Kecewa dan marah itu muncul, bukan oleh satu peristiwa besar. hanya peristiwa kecil, yang sebenarnya tidak cukup menjadi momentum diamku. diam yang gila. aku gila, karena dalam diamku aku tak sepenuhnya diam. ada dialog, perdebatan mungkin antar ego dan ego yang lain. aku tahu kecewaku tak seharusnya dipupuk, harusya aku memaafkan, mengikhlaskan. bukannya seperti haus pujian. tapi aku pun belum rela mengambil pilihan itu, karena jauh aku menyadari adalah percuma memaafkan saat tidak ada yang menyadari bahwa ada yang perlu dimaafkan. karena suatu saat nanti, akan terjadi perputaran lagi yang membawa...

Nafsu marah

Sore ini saya merasakan marah yang berdengung tidak henti. Seringnya berdengung, kadang juga berkecamuk.  Marah itu mengamuk di dalam tempurung kepala, dan terasa porak porandanya di sekitar tulang rusuk.  Dua area ini, yang disebut otak dan hati memberontak, memerintahkan tangan kananku untuk menarik gas lebih dalam, menyiagakan tangan kiriku untuk menekan rem kapan pun dibutuhkan secara mendadak.  Mereka juga menyuruh mataku untuk menajamkan pandangan, membuat mulutku memaki keras.  Motorku melaju, bukan di atas kecepatan normal.  Hanya saja, nekat meski dengan gerakan patah-patah.  Marah masih mengaktifkan kewaspadaanku.  Bahkan kesadaranku sepenuhnya terbangun untuk berpikir, terus berefleksi.  Refleksi yang kadang bisa meredam, sekaligus mengobarkan lagi. Marah itu tidak enak, karena terasa mendesak.  Bagiku marah mendesak, dari dalam menuju luar. Marah tidak melesak, bukan dari luar menuju ke dalam. Itulah kenapa sepertinya aku le...

Slam Dunk (Deluxe)

Judul : Slam Dunk (Deluxe) Pengarang : Takehiko Inoue Tebal: 24 volume; 276 chapter Penerbit : Elex Media Komputindo Sebelumnya, saya ingin bercerita tentang bagaimana saya bisa tertarik pada Slam Dunk beberapa bulan yang lalu. Mulanya saya sedang mencari-cari video tentang HaHa , lalu ketemulah video  ini . Di video ini, HaHa dan yang lainnya sedang membicarakan tentang Slam Dunk . Dari pembicaraan mereka, saya merasa bahwa Slam Dunk sepertinya manga yang menarik dan mempunyai sisi berbeda dari manga kebanyakan. Terlebih, di awal HaHa menegaskan: " It's like a bible for me. When i fell terrible slump, i read it again, and i gained hope. it's my book of life ." Saat mendengarnya, saya pikir itu pasti berlebihan. Bagaimana bisa sebuah manga punya efek sebesar itu? Tapi, ya mungkin saja kan? Itulah yang dinamakan kebebasan dalam interpretasi. Maka saya penasaran, lalu hunting di toko buku, mencoba membaca satu volume , daaan saya kalang kabut mencari semua volume nya....