Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2011

dunia dalam 140 karakter

saya bukan pengguna aktif twitter. dulu sempet punya dan aktif di sana, tapi jenuh, lalu deactivate akun. berbulan-bulan kemudian, saya bikin lagi untuk memenuhi kebutuhan informasi seperti kompas.com dan lain-lain. tidak ada tendensi untuk berteman ataupun ngetwit katarsisan. tapi sudah berbulan-bulan juga dari sekarang, saya tidak pernah membuka akun twitter. saya bersyukur tidak lagi menjadi pengguna aktif twitter. walau masih suka buka twitter tanpa sign in buat sekedar stalking kepo-kepo an *pengakuan dosa* :D twitter, ia menyederhanakan segala hal dalam 140 huruf. begitu cepat, singkat, dan sangat sederhana. iaseperti melegalkanmu untuk menuliskan apapun dalam 140 huruf, hmm 2-3 kalimat saja mungkin? memperbolehkanmu untuk menuliskan perasaanmu yang paling absurd, kegiatanmu yang sangat tidak penting untuk diketahui orang lain, hingga pemikiran geniusmu yang sayang sekali berpotensi tereduksi maknanya dalam 140 huruf. itulah wajah twitter yang justru mempesonai para pengg...

dipesonai tanpa akses

judul e ra mbois banget, eniwei. maklum pencetus awalnya adalah hana kurnia dewi, wong ra mutu sedonya wes, dan salah satu stalkerku koyone *bwahahaha intinya adalah ketika kamu berada di posisi objek yang terkena pesona seseorang, ini penjelasan untuk dipesonai. tanpa akses, yah sudah jelaslah artinya apa, you don't have anything to make you closer. cukup bikin frustasi nih yang tanpa akses *menghela nafas. semoga interpretasiku bener deh ya. kemarin malam di kos an busuk tanpa adep dan luci, tinggalah kami bertiga saya, hana, lerri sedang kepo-kepoan. sebenarnya waktu itu yg lagi korban kekepoan adalah lerri, lalu ceritanya lumayan pendek tapi males nulisnya *krn traumatis, haha* kekepoan itu malah berbelok ke saya. oh god. topik kekepoannya adalah dipesonai tanpa akses. sebabnya adalah freudian slip dan proyeksi yang saya lakukan tanpa sadar, kesalahan yang sangat fatal. dua cecunguk ini penasaran siapa kah itu yang membuat saya jadi seseorang yang dipesonai tanpa akses...

i'm weird ooh

hari ini matkul modifikasi perilaku kosong lagi. hell yeah! bingung mau seneng apa sedih. seneng karena saya jadi punya waktu istirahat lebih, sedih karena memporak-porandakan jadwal hari ini. walhasil, saya memutuskan untuk pulang kos. saya lupaaa kalo ini ada pemutaran film di jaff :( dan waktu 3 jam ini diisi dengan sangat tidak produktif, yaitu tidur. sudah lama tidak tidur siang. saya mimpi aneeeeh banget siang ini. mimpi yang sangat suram rasanya. yang pertama adalah adegan pembunuhan. mimpi ini dimulai dengan hujan deras yag baru saja reda. lalu saya berjalan dengan santainya melintasi sebuah taman, sampai mata saya menangkap sesosok bapak sedang menyirami tanaman dengan selang air. tak disangka-sangka selang air itu mengarah pada saya dan membuat basah kuyup. ah, kaget benar. lalu saya tersadar bahwa di dalam tas saya ada laptop yang pasti kebasahan gara-gara kelakuan bapak tadi. saya menghampiri si bapak dengan sangat marah dan memaki-maki si bapak yang kurang ajar bang...

dari sanggar cermin, jalanan jogja, sampai rektorat.

hari terus bergulir dari senin ke selasa ke rabu dan terus seperti itu. selama bumi masih mengelilingi matahari, waktu akan terus bergerak maju. dan berbagai peristiwa akan setia menemani waktu melangkah. terkadang, mereka menjadi sangat spesial dengan caranya yang sangat sederhana. seperti hari ini, one of my best day ever. sore tadi saya melewatkan waktu yang sangat menyenangkan dengan sekumpulan anak di sebuah sanggar. sebenarnya kami hanya bermain-main sederhana saja. bermain cublak-cublak suweng, sebuah permainan yang kadang dimainkan semasa kecil. lalu petak umpet. lagi-lagi ini adalah permainan yang saya mainkan dulu, sering banget malah. setelah itu kasti, meskipun saya gak ikut main cuma jadi pelempar bola doang. but, it's totally fun! ada dua alasan besar mengapa momen ini menjadi sangat menyenangkan. pertama, bermain permainan tradisional seperti ini adalah cara mengenang romatisme masa kecil yang bergembira ria. kedua, berinteraksi dengan anak-anak setelah sek...