Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2011

Keluarga kecilku

mutiara tiada tara adalah keluarga ini adalah sebuah lirik lagu dari sinetron keluarga cemara, lirik yang pernah dinyanyikan oleh seseorang yang pernah dan masih signifikan di hidup saya ketika dia membolos di kantin dan kebetulan saya juga lagi di kantin *mulaingelanturlagi saya sih seiya sekata dengan lirik tadi. bagi saya ya memang benar keluarga adalah mutiara yang tidak ternilai harganya, the most precious thing that i have kalau kata saya mah. keluarga adalah tempat saya selalu bisa berpulang dan merasa diterima. tempat untuk melepaskan jengah dan vakum sejenak dari kehidupan sosial yang terkadang terasa membelit. keluarga adalah tempat ternyaman yang tidak akan pernah hilang. ada babe yang sabar sekaligus jail, mami yang bijak dan hobi jual mahal, mbak nana yang asik tapi tukang pamer, upik yang yahud mijetin walau pelit, dan lili yang lucu sabar ringan tangan tapi sensitif. semuanya adalah warna dalam keluarga kami, yang tanpa salah satu dari mereka kami bukanlah ke...

all i need to say is THANKS GOD!

hello blog! :) kali ini saya punya cerita menarik buatmu. ini tentang kuliah saya *tumben. siang tadi saya kuliah psikologi klinis, dan seperti biasa kita dipekerjakan dalam kelompok untuk berdiskusi tentang tema tertentu. sebenarnya agenda kuliah hari ini bukan diskusi, tapi muter film tentang homoseksual. menarik kan? sayangnya agenda ini harus dipending minggu depan. tetapii topik hari ini nggak kalah menariknya lho! tentang penerapan psikologi klinis pada tingkat makro. temanya adalah hmm, bingung juga apa tema yang bisa merepresentasikan, saya ceritain detailnya aja yah, oke here we goes.. jadi, kita diputerin sebuah video, movie maker lah tentang kondisi sosial di belahan bumi afrika yang sangat amat sangat kekurangan makanan dan air. ya, kedua hal itu adalah barang langka di sana. untuk mendapatkannya butuh banyak sekali pengorbanan. jadi jangan heran kalau di sana banyak banget busung lapar. keadaan ini sayangnya tidak banyak disadari oleh kita-kita yang hidup d...

teman, eh?

lagi-lagi sy mau ngepost ttg teman. entahlah knp jadi galau ky gini. hmm, mgkn pas nulis ini sy dalam suasana hati yg over sensitif, tulisan ini akan terlalu terbawa perasaan, dan mungkin sy akan mengambil kesimpulan terlalu cepat. apapun itu, sy tdk peduli. sy hanya ingin menuliskannya skrg. seandainya penafsiran sy salah, ya sudahlah.. sekali lagi, sy adl org yg g mempercayai mahzab friendship forever. terlalu muluk untuk terus membuat seseorang mau dan mampu untuk sll menjaga komunikasi selamanya dlm situasi apapun. apalagi sialnya ketika proksimitas smkn merenggang dan ketidaksignifikanan mulai merayap naik. teman? masihkah layak disebut teman? kmrn, ketika sy menyadari bahwa sy telah merangkak menjauhi lingkaran sosial, sy merasa tdk rela kehilangan. sy mencoba untuk kembali, krn sungguh sakit rasanya kehilangan orang yang signifikan dlm kehidupan, hmm pernah signifikan ding tepatnya. sy sdh mencoba mendekat, sayangnya tdk semuanya bisa menyambut hangat. beberapa kembal...