Langsung ke konten utama

Postingan

Sedih boleh, nangis silahkan

  Idols - Bam Mastro kesedihan bukan diukur dari air mata Sebuah frase yang aku temukan di video musik “Idols” milik Bam Mastro (the sexiest man alive wkwk). Frase ini merupakan graffiti di sebuah tembok yang dijadikan latar belakang pengambilan beberapa scene di video “Idols” Ketika melihat video ini, frase ini langsung menarik perhatian dan membuatku tersenyum, hmm, miris mungkin ya. Sebab, air mata merupakan salah satu ekpresi yang genuine dari kesedihan. Meskipun bukan satu-satunya. Namun, ketika air mata tidak cukup menjadi indikator kesedihan seseorang, maka muncul pertanyaan: Ada apa? Kenapa bisa begitu? Bagiku, frase ini semakin menegaskan betapa dibatasinya ekspresi emosi negatif di negeri ini. Betapa air mata, kesedihan, seringkali dianggap sebagai pertanda sebuah kelemahan. Konsekuensinya, lebih baik disembunyikan. Air mata disembunyikan untuk menyembunyikan kesedihan dan menghindari dicap sebagai orang yang lemah. Penegasan ini membuatku sedih. Walau tida...
Postingan terbaru

Gratitude

Dear God, Thanks for listening my pray to attend magister program. This soon. I'll keep my promise to study hard and contribute better. Thanks for Your unconditional love, And teach me how to love You more. :)))

I will study as hard as you do, amin.

Adalah sebuah sitcom dengan salah satu karakter sebagai seorang dokter residen. Sebuah kehidupan yang sangat sibuk dan terfokus. Antara rumah sakit, membaca buku, mengerjakan tugas, dan berdiskusi. Semuanya tentang dunia kedokteran. Medical students work really hard. Hari kemarin mengantar adik mencari kos yang memang mayoritas untuk anak kedokteran. and they really work hard. Di salah satu kos yang memiliki ruang bersama suasananya sangat berantakan. Laptop menyala, buku bertumpuk-tumpuk, beberapa dalam keadaan terbuka. Dan, itu masih h+7 lebaran. Kemudian seseorang bercerita bahwa seperti itulah anak kedokteran. waktu pulang yang tidak menentu, belajar sebagai kebiasaan, hanya sedikit waktu untuk bermain. Dan aku menaruh hormat pada mereka. Tidak mengherankan sebetulnya karena mereka yang masuk kedokteran adalah umat pilihan yang sudah dianugrahi otak cerdas dan punya kemauan mendayagunakan potensinya. Namun memang seperti itulah mereka seharusnya karena mereka akan bekerja untuk...

Choi Daniel: The Ultimate Bias

I have a big crush with a Korean actor. Who will guess that I have huge interest with an actor that plays in korean dramas that i hated so much previously? I saw him first as a lead actor in High Kick Through the Roof - I saw this drama because of Lee Kwang Soo. He acted as Lee Ji Hoon who is a cool residential doctor that surprisingly caring and witty. I fall for Ji Hoon’s personality. Moreover, how Ji Hoon develops romantically funny relationship with his girlfriend Hwang Jung Eum. Lee Ji Hoon But, what I love the most is Ji Hoon’s smile that could melt everything around, even an explosive rage. Then I realized that smile is belong to the actor as his signature that also melt many women’s heart around the world. Ji Hoon has a very attractive smile because of Choi Daniel. That’s Choi Daniel’s smile, not Ji Hoon’s. Choi Daniel's smile I confused whether it’s Ji Hoon character or Choi Daniel himself that I like. Whatever, I couldn’t rid away those georgeou...

Berbeda itu ilusi, terkadang

I do hope so, years from now we’ll meet at a surprisingly events. In that time, I will be maturer and have more courage to greet you. I don’t know how many years from now. I just want to meet you, talk with you. I’ll ignore all the fatamorgana i’ve made years ago about we end up together in a complicated situations because of our religion. Maybe I will find a way to fall in love to you, vice versa. Maybe it will be us. Maybe it will be just a chit-chat surrounded by a confession of a feeling i’ve felt in my high school, and I’ll find a way to forget you and let you go. Omo, I do miss you that much. Why? Kita hanya menyebut satu Tuhan dengan nama yang berbeda, kita hanya berdoa pada satu Tuhan dengan cara yang berbeda, kita hanya melihat satu Tuhan dengan citra yang berbeda. Kita mencintai satu Tuhan yang sama. Tuhan menabur cinta kasih pada kita yang menyembahNya, yang mempertanyakanNya, yang menafikanNya.

Menghidupi Hidup

"W hatever life gives me, I won't die! I'm so in love with life. I'll fight for life itself, because life is worth fighting for." Hahaha lucu sekali mengutip diri sendiri ya. Kutipan di atas adalah sebuah status dalam facebook yang tercetus pada 3 September 2013. Rasanya ajaib sekali saat membaca lagi status tersebut di hari ini. Apa yang membuatku bisa sebegitu bersemangat, dan optimis?

Perempuan ?

Sebuah eksistensi dalam selubung patriarkhi. Lalu tersamarkan Kemerdekaan Kesadaran akan diri  Terenggut terhempas Perempuan Menapaki kepatuhan  Layaknya peranan Tiada mempertanyakan Diamnya perempuan Adalah sakit Juga kebanggaan Kepahlawanan