Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2013

madness

sekarang telah tiba saatnya untuk merasakan beda kesenangan dan kebahagiaan. setiap hari aku bisa tertawa, kapan saja. itu mudah, hanya perlu mencari sumber-sumber hedonis yang temporer. itulah kesenangan. tidak setiap hari aku bisa bahagia. tidak bisa kapan saja, itu tidak mudah, meskipun banyak orang bilang bahagia itu sederhana, ciptakan kebahagiaan mu sendiri. justru itulah yang susah, semua hal yang berhubungan dengan diri sendiri adalah susah. suatu saat aku bisa menggiringnya memasuki gerbang kebahagiaan, tapi tak jarang pula ia justru beakhir di ujung kegilaan dan depresi. hari ini aku bisa tertawa keras, tapi aku tidak bahagia. pathetic.

terjinakkan.

Douglas Coupland dalam Life After God "the cruelest things you can do to another person is pretend that you care about them more than you really do" Antoine De Saint-Exupery dalam Le Petit Prince kata pangeran cilik. "Aku mencari teman, apa artinya jinak?" "sesuatu yang sudah terlalu lama diabaikan," kata rubah. "artinya menciptakan pertalian." "menciptakan pertalian?" "tentu," kata rubah. "Buatku kamu masih seorang bocah saja, yang sama dengan seratus bocah lain. Dan aku tidak membutuhkanmu. Kamu juga tidak membutuhkan aku. buat kamu, aku hanya seekor rubah yang sama dengan seratus ribu rubah lain. tetapi, kalau kamu menjinakkan aku, kita akan saling membutuhkan. kamu akan menjadi satu-satunya bagiku. aku akan menjadi satu-satunya bagimu di dunia..." "aku mulai paham," kata pangeran cilik. "ada sekuntum bunga... aku kira ia telah menjinakkanku." ...................

candu baru bernama running man!

"Apakah kamu sudah tertawa hari ini?" hehe, itu adalah pertanyaan yang ditanyakan Shaga ke aku di salah satu sesi les bahasa jerman beberapa bulan yang lalu, dalam bahasa jerman tentunya. Pertanyaan yang simpel, tapi malah bikin aku berpikir banyak sepulangnya.  Seingatku saat itu aku menjawab, "ya", dengan ragu-ragu. Lalu aku menanyakan hal yang sama pada Shaga, dan dia bilang "ya tentu saja aku tertawa setiap hari". Gara-gara itu aku jadi berpikir seberapa muram sih diriku bila dibandingkan dengan orang lain, karena hanya untuk menjawab pertanyaan itu aku perlu berpikir keras dan berakhir dengan ya yang ragu-ragu.  ya, mungkin aku kurang bersenang-senang dengan kehidupanku, dengan diriku sendiri. apa aku sudah cukup bersenang-senang dengan hidupku? sebenarnya aku rasa sudah. tapi kesenanganku bukanlah sesuatu yang membuatku bisa tertawa terbahak-bahak. kesenangan-kesenanganku berujung pada senyum simpul, rasa puas, dan berpikir. oke, ini tidak berart...