Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2012

a way to understand the divine

manusia mempunyai logika yang berbeda dengan tuhan, mungkin. ada satu aspek dalam logika tuhan yang tidak dimiliki manusia itulah sebabnya mungkin kita sulit untuk memahami bagaiman dunia bergerak juga alasan-alasan di balik semua kejadian bila dianalogikan mungkin seperti bagaimana binatang tidak bisa memahami perilaku manusia kucing akan langsung memakan ayam goreng di meja makan ketika ia lapar tapi manusia mungkin tidak akan memakan ayam goreng itu meskipung juga amat lapar kucing akan menganggap perilaku manusia ini tidak masuk akal ia tidak bisa memahami, karena ia hanya dikendalikan rasa ingin ia tidak mengenal moralitas bahwa manusia tidak memakan ayam goreng itu  karena tidak benar bagi manusia memakan ayam goreng yang bukan miliknya

nasib

normalkah mempertanyakan apakah benar kita mempunyai kebebasan penuh untuk membentuk nasib dan perjalanan hidup sendiri? aku pikir tidak sepenuhnya. bertolak pada kisah kappa sesungguhnya merekalah yang memiliki kebebasan penuh, mungkin tidak terlalu penuh, tapi melebihi apa yang dimiliki manusia mereka, para kappa diperbolehkan untuk memilih apakah ia mau dilahirkan ataukah tidak sedangkan manusia? mungkin kebebasan itu diberikan bukan pada anak manusia yang akan menjalani kehidupan itu sendiri tapi pada orang tuanya, atau orang dewasa lainnya aborsi, siapakah yang memilih? pengguguran janin usia 3-4 minggu yang dideteksi menderita kelainan, siapakah yang memilih? siapakah yang mencanangkan? siapakah yang melegalkan? manusia, ia dilahirkan di suatu tempat tertentu pada waktu tertentu ia kemudian akan terikat dengan tempat dan waktu ia akan terikat pada sistem yang lebih makro tinimbang entitasnya yang sangat mikro ia akan bergulat dengan budaya, nilai-nilai, sistem pol...