Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2012

Memori

Kemana perginya memori ketika kita sibuk hidup di masa ini?  kemana memori bersembunyi, ketika lonceng kesadaran akan yang telah lalu tak kunjung berbunyi. kemana aku harus mencari, bila aku ingin menengoknya sesekali? apa yang membuat memori seketika membersitkan diri?  karena terkadang, memori itu terasa manis.  tapi tak jarang pula aku mencecap pahit.  terkadang memori ingin sekali kuhampiri, dan terkadang pula memori ini ingin membuatku berlari menghindari perihnya yang meyayat hati. aku menatap bayangan semumu dalam kesendirian.  kesendirian dalam arti harfiah, aku memang sedang terhenyak sendiri di kamar ini.  kesendirian dalam arti lain, ah kamu tahu lah apa maksud yang ini.

Melancholia

nikmatilah saja kegundahan ini  segala denyutnya yang merobek sepi kelesuan ini jangan lekas pergi aku menyelami sampai lelah hati baru kemarin saya mencoba menghayati melankolia dari efek rumah kaca.  hasilnya, saya tercenung.  mereka menawarkan suatu konsep yang berbeda tentang melankolia. hasil comot-menyomot dari wiki, melankolia berasal dari bahasa yunani yang artinya kesedihan ( sadness ).  Melankolia dicirikan dengan rendahnya antusiasme dan keinginan untuk beraktivitas. yah melankolia memang berkesan suram, murung, sendu. lalu ERK menyebutkan bahwa kemurungan itu adalah suatu hal yang indah.  kekosongan ini selayaknya dapat dinikmati.  bukankah menikmati kekosongan akan menjadikan kekosongan itu tak lagi menjadi kekosongan? saking menikmatinya, ia berharap keadaan ini jangan berlalu, sebab ia ingin menikmati, menyelami.  Suatu saat melankolia ini akan  berakhir, yaitu ketika ia telah kelelahan unttuk menyelaminya. bila hal ini ...

Doa

  Tuhan biarkan aku agar selalu di dekatMu, dalam penjagaanMu, dalam kasihMu, dalam ampunanMu. Tuhan bolehkan aku untuk bercerita padaMu, tentang hari-hariku, tentang kekecewaanku, tentang harapanku. Tuhan rengkuhkan mimpi-mimpiku, tiupkan mereka ke padang penciptaan, serukan mantra saktiMu: kun fa ya kun. Tuhan tumbuhkan keceriaan dan optimisme untukku, jagakan mereka agar setia bersemayam dan tidak meninggalkan aku tergugu sendu. Tuhan selalu selimuti hati ini dengan lapisan ozon yang cukup kuat menangkal hal-hal buruk di luar diriku. Tuhan tetaplah di situ, tidak, tetaplah mewujud dalam hatiku, membisiki ikhtiar dan keikhlasan tiada henti. Amin.

Sopi

Hari ini aku mereguk seteguk dosa dengan sukarela. Awalnya, terasa panas, sungguh. Namun entah apa yang membuat panas itu melunak, menjelma menjadi hangat  yang menyenangkan, menenangkan. Sayang, hangat itu pun hanya sementara, untuk kemudian berlalu.  Menghilang.  Aku tak rela. Maka, aku kembali mereguk seteguk dosa dengan sukarela. Kali ini sembari memanjatkan doa, Tuhan ampuni aku. tuang lagi hingga menjelang pagi sampai tinggi hingga lepas kendali tak peduli apa yang kan terjadi esok pagi esok pagi

Tentang Mati Bujang Tengah Malam

Apa yang bisa aku lakukan Jika ia memilih untuk tak tinggal Dan semua trus berjalan Getirnya harus tetap kutelan Dan aku sakit harus tetap bertahan Dan semua trus berjalan Mau tak mau ku harus Melanjutkan yang tersisa Meski semua telah berbeda Dan tak akan pernah ada yang sama Aku bisa memeluknya Tetapi tidak hatinya Hooo... Menyakitkan Semua telah dengar Segenap hati ku merindunya Tapi hatinya telah pergi dan telah lama mati Mau tak mau ku harus Melanjutkan yang tersisa Meski semua telah berbeda Dan tak akan pernah ada yang sama Semoga angin berhembus Membawakan mimpi baru Meski ku tahu takkan pernah ada Yang sanggup mengganti keindahannya Sejujurnya, sudah nyaris dua minggu ini saya benar-benar menggemari lagu lawas punya Jagostu, judulnya “Mau Tak Mau”. Kenapa? Entahlah, tiba-tiba saja terngiang lalu terpikat. Dengan melodinya, juga liriknya, lalu merambah pula pada rasa ingin kembali menyimak film “Mati Bujang Tengah Malam”.  Sebuah...