saya akan bercerita tentang seseorang yang memperlihatkan apa itu kebahagiaan pada saya. orang ini menginspirasi saya melalui senyuman lebarnya dan cerita ringan beliau tentang keluarganya. beliau adalah seorang penjual jamu keliling yang hampir setiap hari mampir ke rumah saya untuk mengantarkan beras kencur dan kunir asem dengan sepeda motornya. kita sebut saja beliau bernama x. sebelumnya depan rumah saya selalu sepi dari penjual keliling apapun, entah tukang sayur, bakso, mie ayam, siomay dan kawan-kawannya, tidak pernah ada satu pun penjual keliling yang mau lewat depan rumah saya. bukan karena kramat dan angker, tapi karena rumah saya terpencil dari penduduk sekitar dan butuh perjuangan untuk mencapainya. harus melalui jalan turun menikung yang bergeronjal batu dan kerikil, apesnya lagi kalau hujan mengguyur, becek dan licin, semakin susah dilewati. sampai suatu siang, ada penjual jamu yang rela mencapai rumah saya, ya beliau adalah bapak x. karena tidak pernah sek...